Langsung ke konten utama

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya


Kemeriahan Festival Karimunjawa 2018
Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup besar, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki untuk ketiga kalinya di Karimunjawa.

Setelah turun dari kapal aku langsung istirahat sebentar sambil makan siang di warung makan Bu Ester yang terletak di pinggir alun-alun Karimunjawa, sebelum melaksanakan sholat Jumat di masjid terbesar di Karimunjawa yaitu masjid Baitul Muttaqin. Terik matahari semakin menyengat, aku yang masih
di masjid Baitul Muttaqin segera menuju homestay Asia jaya untuk meletakkan barang-barang bawaanku, setelah itu aku segera jalan kaki menuju alun-alun yang jaraknya hanya 150 meter dari penginapanku untuk mengexplore FESTIVAL  KARIMUNJAWA 2018.

Panggung Utama
Sebenarnya rangkaian acara  FESTIVAL  KARIMUNJAWA 2018 sudah dimulai sejak Selasa 25 Sepetember 2018, dengan rangkaian acara yang sangat meriah diantaranya : penyisihan lomba menyanyi kategori pelajar dan umum, hari Rabu 26 September 2018 ada pentas wayang kulit di malam hari. Tak kalah meriah di hari Kamis 27 September 2018 ada expo pameran produk unggulan, workshop pariwisata dan lomba perahu hias. 

Sayang sekali aku tak bisa melihat lomba perahu hias karena aku datang pada hari Jumat, tetapi tak masalah karena masih ada rangkaian acara pentas seni budaya dan pertunjukan hiburan lainnya yang tak kalah seru di FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018 dan di panggung utama yang terletak di alun-alun ini sebagai tempat untuk pertunjukan seni dan budaya.

LOMBA MENYANYI

Lomba Menyanyi Kategori Umum

Lomba Menyanyi Kategori Pelajar

Ternyata di alun-alun sudah ramai, banyak sekali warga yang antusias untuk melihat grand final lomba menyanyi kategori umum dan kategori pelajar. Dan untuk kategori umum diikuti oleh orang dewasa dan ibu-ibu, sedangkan untuk kategori umum diadakan di panggung utama dengan menyanyikan lagu bebas, tetapi kebanyakan peserta menyanyikan lagu dangdut. Musik dangdut memang menjadi favorit warga Indonesia termasuk aku juga salah satu penggemar musik dangdut. 

Sementara untuk kategori pelajar yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA & SMK diselenggarakan di aula kecamatan Karimunjawa, sedangkan lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu nasional. Yang mana bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini terutama pelajar.

LOMBA MANCING TINGKAT NASIONAL

Foto Bersama Tim "Pemula" dari Kendal 

Siang ini semakin meriah ketika para peserta lomba mancing tingkat nasional mulai berdatangan, mereka berkumpul dihalaman kantor kecamatan Karimunjawa. Lomba mancing tingkat nasional ini sudah 18 kali digelar. Untuk tahun ini diikuti oleh 80 peserta dari berbagai tim diseluruh Indonesia diantaranya : Muldoma Jepara, Tungkem Tegal, Bluntek Pati, ITC Tegal, SMB Sidoarjo, Margo Ole Jogja, Pemula Kendal, JFC Jepara, XFC Jepara, Bluk Rakapok Boyolali, Eiffle Pekalongan, Manse Jepara, Mijen 1 Semarang, Mijen 2 Semarang dan yang paling jauh dari DNR Bandung.

Kebetulan aku bertemu dengan peserta lomba mancing dari daerahku yaitu Kendal, ternyata mereka sudah sering mengikuti lomba mancing di Karimunjawa. Mungkin kalau aku suka memancing pasti aku juga bakal ikutan lomba mancing ini, sayangnya aku kurang tertarik dengan kegiatan memancing, tak lupa aku juga foto bareng dengan mereka.

Pembukaan Lomba Mancing Tingkat Nasional

Seluruh Peserta Lomba Mancing

Selamat Berlomba Gaes.

Lomba mancing tingkat nasional ini merebutkan "Piala Bupati Jepara". Hadiahnya pun tak tanggung-tanggung yaitu totalnya sebesar 20 juta rupiah. Wah banyak sekali ya hadiahnya, setelah para peserta berkumpul akhirnya lomba mancing tingkat nasional ini dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Jepara yaitu Bapak Drs. Basuki Wijayanto M.Si.

Antusias para peserta lomba mancing sangat terlihat, karena mereka membawa alat-alat pancing yang sangat komplit. Dan setelah lomba mancing resmi dibuka, seluruh peserta tak lupa berfoto bersama Pak Kepala Disbudpar Jepara, lalu para peserta menuju ke perahu masing-masing yang sudah disediakan oleh panitia. Durasi lomba mancing ini mulai pukul 15.00 wib sampai pukul 06.00 wib, seluruh peserta harus sudah kembali ke halaman kantor kecamatan Karimunjawa.

JALAN-JALAN SORE

Pantai Tanjung Gelam

Keindahan alam Karimunjawa memang sayang untuk dilewatkan, apalagi pantainya yang sangat indah, hamparan pasir putih dan air laut yang berwarna biru membuat pantai-pantai di Karimunjawa ini sangat memesona. Sebelum langit gelap aku sempatkan untuk menjelajahi pantai Tanjung Gelam dengan menggunakan motor yang aku sewa di homestay.

Ternyata lebih cepat lewat jalur darat untuk menuju ke pantai Tanjung Gelam, kurang lebih 15 menit perjalanan dari homestay ke pantai tersebut. Selama perjalanan menuju pantai Tanjung Gelam, mataku tak henti-hentinya melihat pohon jambu mete yang sedang berbuah di sepanjang pinggir jalan. Dan ternyata aku baru tahu kalau di Karimunjawa ada banyak pohon jambu mete.

Sesampainya di pantai Tanjung Gelam, ternyata sangat ramai sekali, banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang menikmati keindahan pantai ini, setelah puas hunting foto, akupun pindah ke pantai sunset yang letaknya berdekatan dengan pantai Tanjung Gelam. 

Jadi di sepanjang garis pantai ini ada 3 pantai yang sangat indah, yaitu Pantai Tanjung Gelam, Pantai Sunset dan Pantai Batu Topeng. Ketiga pantai ini pun selalu ramai, apalagi ada warung-warung yang berada di sekitar pantai. Jadi kalau lapar ataupun haus langsung bisa jajan disana. Hari mulai gelap, aku pun segera pulang ke homestay untuk persiapan nonton pertunjukan kesenian dan budaya malam ini.

EXPO PRODUK UNGGULAN

Suasana Malam Di Alun-alun

Akhirnya malam pun tiba, aku segera bergegas pergi ke alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan seni & budaya. Meskipun acara belum di mulai tapi suasana alun-alun sudah ramai sekali, banyak warga yang ingin menyaksikan acara yang digelar satu tahun sekali ini. Nampaknya warga disini sangat antusias untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, sehingga mereka datang lebih awal agar bisa mendapatkan posisi duduk yang nyaman dan bisa melihat dengan jelas, termasuk aku juga, heeheee.

Pameran Produk Unggulan

Aneka Souvernir & Cinderamata

Sebelum pertunjukan seni & budaya dimulai, aku sempatkan untuk melihat pameran aneka produk unggulan Karimunjawa, aku pun tak lupa membeli oleh-oleh buat keponakan ku dirumah, karena aneka souvenir di alun-alun ini harganya sangat murah, kaos karimunjawa saja harganya kisaran Rp. 25.000 - 50.000, dan aneka souvernir seperti gantungan kunci, gelang, kalung, cincin itu harganya mulai dari Rp.5000. Nah buat kalian yang piknik ke Karimunjawa, pokoknya jangan lupa beli oleh-oleh, karena dengan membeli oleh-oleh kita juga sudah membantu meningkatkan perekonomian warga Karimunjawa.

Produk Lokal Karimunjawa 
Aneka Kayu Khas Karimunjawa

Karimunjawa memang terkenal akan wisata bahari nya, banyak sekali produk unggulan Karimunjawa yang berasal dari olahan laut diantaranya ikan asin, krupuk kulit ikan, teri crispy, cokelat rumput laut, abon ikan tongkol dan masih banyak lagi. Tak hanya produk olahan  laut saja, ternyata Karimun Jawa juga mempunyai produk unggulan lainnya seperti bolu pecak, kue buruk tekne, kue bingka dan yang paling unik yaitu kayu dewadaru, stigi dan kalimasada yang konon katanya kayu-kayu tersebut hanya bisa kita jumpai di Karimunjawa.

Stand Balai Taman Nasional Karimunjawa

Selain Stand yang menampilkan aneka produk unggulan dan aneka souvernir yang ada di FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018 ini, turut hadir juga stand dari Balai Taman Nasional Karimunjawa. Disini kita bisa mendapatkan banyak info tentang Karimunjawa, mulai dari letak pulau, aneka terumbu karang dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, stand dari HPI Karimunjawa & Stand dari berbagai hotel & resort turut memeriahkan acara FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018.

PENTAS SENI DAN BUDAYA

Atraksi Reog Barongan

Kesenian Reog Barongan
Tari Jaran Kepang

Akhirnya setelah puas berkeliling melihat pameran dan berbelanja oleh-oleh. Kini tiba saatnya untuk menyaksikan pertunjukan kesenian dan budaya khas Karimunjawa, ternyata Karimunjawa tak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga mempunyai berbagai kesenian dan budaya yang sangat istimewa, diantaranya ada tari Reog Barongan yang mana tari tersebut sudah ada sejak dulu.

Dalam tari tersebut juga ada atraksi yang sangat memukau para pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang mana dalam atraksi tersebut ada seorang gadis yang diikat tali dengan erat, kemudian gadis tersebut dibaringkan di lantai lalu di tutup kain barong. Tak lama kemudian gadis tersebut bisa melepaskan tali yang diikat erat tanpa bantuan satu orang pun. Acara malam ini juga turut dimeriahkan oleh tari kuda kepang.

Bapak Wakil Bupati Jepara

Salah satu penampilan yang ditunggu-tunggu oleh para penonton yaitu penampilan musik dangdut, kali ini Karimunjawa bergoyang bersama salah satu group musik dangdut dari Kota Jepara. Seluruh penonton pun merasa terhibur dengan alunan musik dangdut karena musik dangdut adalah salah satu musik yang paling banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia.


Bapak H. Dian Kristiandi S.Sos selaku wakil Bupati Jepara tak lupa juga ikut turut menyemarakkan malam ini dengan menyumbangkan suara merdunya, Pak Wakil Bupati yang mempunyai style seperti anak muda ini tak tanggung-tanggung, beliau menyanyikan dua lagu untuk menghibur seluruh penonton yang ada di alun-alun.


Rasanya lelah dan ngantuk ini terbayar setelah melihat kemeriahan dan merasakan keseruan acara FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018, tak ku sangka acaranya akan semeriah ini. Semua penonton duduk manis sambil menikmati alunan musik dangdut, sehingga malam itu terasa benar-benar penuh kekeluargaan, aku melihat semua penonton penuh dengan senyum kebahagiaan di malam itu. Tanpa terasa hampir pukul 11.00 wib, namun masih banyak warga yang ingin menyaksikan hiburan musik dangdut ini. Dan panitia pun tak bisa menolaknya sehingga acara yang seharusnya selesai pukul 11.00 wib namun diperpanjang hingga pukul 11.30 wib.

EXPLORE KARIMUNJAWA

Keindahan Bawah Laut Karimunjawa

Surga Tersembunyi

Piknik ke Karimunjawa tak lengkap rasanya jika tidak menjelajahi pulau-pulau kecil dan menikmati pantai dengan pasir putihnya, tak hanya itu saja keindahan bawah laut nya juga sayang banget untuk dilewatkan. Hari Sabtu 29 September 2018 aku ikut tour laut untuk mengexplore Karimunjawa, meskipun pagi itu masih agak ngantuk karena begadang menyaksikan penampilan kesenian & budaya sampai malam.

Kali ini aku ikut perahu dari @harmoni_karimunjawa, dan pagi itu kita berangkat untuk snorkeling di dekat Pulau Cilik, alam bawah laut Karimunjawa memang juara, tiga kali aku coba snorkeling disini tak pernah ada bosannya, seakan terumbu karang yang cantik dan ikan-ikan yang lucu membuatku semakin cinta pada Karimunjawa dan ingin berlama-lama di Karimunjawa.

BBQ Di Pulau Cilik

Dan waktu makan siang telah tiba, perahu kami bersandar di pulau Cilik untuk istirahat dan makan siang. Seperti biasanya makan siang disini menu nya istimewa yaitu ikan laut yang dibakar dan diolesi sambal khas Karimunjawa. Kekayaan laut Karimunjawa memang sangat luar biasa dan kita harus menjaganya.


PENCANANGAN FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018
Pentas kesenian dan budaya

Tari kuda kepang
Pertunjukan kesenian dan budaya menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri, karena biasanya Karimunjawa hanya menyajikan keindahan alam, tetapi di acara FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018 ini membuat lebih berbeda, sehingga para wisatawan semakin tertarik untuk berkunjung ke Karimunjawa, di malam itu ada berbagai penampilan kesenian dan budaya diantaranya : tari egreg pesisiran, tari mapagdendang, tari jaran kepang yang membuat para penonton kagum.

Pembukaan Festival Karimun Jawa

Dan malam itu juga pak Urip Sihabudin selaku Kepala Dinas Pemuda Olahraga & Pariwisata Provinsi Jawa Tengah secara simbolis melaunching FESTIVAL KARIMUNJAWA , yang mana event ini akan rutin diselenggarakan oleh Dinas Pemuda Olahraga & Pariwisata Jawa Tengah setiap tahunnya. Ini salah satu wujud kinerja Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah untuk mendongkrak wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara agar lebih banyak lagi yang berkunjung ke Karimunjawa.

Semakin malam semakin asyik karena ada penampilan dari Congrock 17 (Keroncong Rock) dari Semarang yang membuat para penonton semakin terhibur, apalagi saat menyanyikan lagu "Separuh Nafasku" para penonton ikut menyanyi dan berjoget bersama. Wah rasanya malam Minggu ini sangat spesial sekali.

JALAN SEHAT

Pelepasan Peserta Jalan Sehat

Suasana Jalan Sehat Minggu Pagi

Hari minggu telah tiba, dan rangkian    acara FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018 telah berakhir. Namun di hari terakhir festival ini masih ada acara yaitu jalan sehat yang diikuti oleh seluruh warga Karimunjawa mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Acara jalan sehat semakin meriah karena setelah jalan sehat ada pembagian doorprize dan hiburan campursari. 

Akhirnya semua acara di FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018 berjalan dengan meriah dan sukses, sulit rasanya untuk berpisah dengan pulau  yang sangat indah ini, tak hanya keindahan alamnya saja tetapi keindahan budayanya juga membuatku terpesona, semoga tahun depan bisa datang lagi ke event ini dan semoga lebih meriah lagi. SALAM PESONA INDONESIA.

#FestivalKarimunjawa2018
#GenPIJateng


Artikel ini sedang diikutsertakan dalam lomba Festival Karimunjawa 2018 yang diselenggarakan oleh Disporapar Jateng & GenPI  Jateng


Postingan populer dari blog ini

Kemeriahan Acara Kadeso Di Desa Wisata Lerep Ungaran

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya saja, tetapi Indonesia juga kaya akan tradisi, seni dan budayanya. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia yaitu Tradisi Kadeso (Sedekah Deso) atau Sedekah Desa, tepatnya di Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, masyarakatnya masih tetap memegang teguh tradisi Kadeso yang sudah ada sejak dahulu kala.



Sejarah Kadeso

Tradisi Kadeso ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan menurut Kepala Desa Lerep yaitu Bapak Sumaryadi dahulu waktu beliau masih kecil sekitar tahun 1973 acara Kadeso ini sudah ada. Acara Kadeso ini diadakan setiap hari Rabu kliwon setelah panen, akan tetapi semakin berkembangnya jaman, masyarakat Desa Wisata Lerep banyak yang berpindah profesi yang dulunya mayoritas berprofesi senagse petani, sekarang banyak yang berpindah profesi menjadi karyawan, pegawai dan wirausaha.


Jadi hari Rabu kliwon setelah panen tidak bisa menjadi patokan lagi, sehing…

Cerita Seru Dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Halo sahabat Si klimis.......

      Kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan salah satu gunung terindah di Provinsi Jawa Timur ini, nah ini dia Gunung Bromo yang sangat mempesona dan saat ini masuk 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, sehingga banyak sekali wisatawan domestik hingga mancanegara yang berbondong-bondong ingin melihat kecantikan Gunung Bromo ini. Dan kebetulan dari dulu saya sangat ingin berlibur ke Gunung Bromo, Alhamdulillah bulan Juni kemarin saya bisa berkunjung ke Gunung Bromo.


      Buat kalian yang mungkin belum tahu tentang Gunung Bromo ini sedikit penjelasan tentang Gunung Bromo, jadi Gunung Bromo ini terletak di kawasan TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU atau sering disingkat TNBTS. Dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini secara geografis masuk di 4 wilayah kabupaten diantaranya : 1. Kabupaten Pasuruan 2. Kabupaten Probolinggo 3. Kabupaten Malang 4. Kabupaten Lumajang. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini sangat luas sekali, luasnya kurang le…