Langsung ke konten utama

Pempek Tenggiri Ala Bunda : Alternatif Makan Pempek Lezat Tanpa Harus Ke Palembang

Kelezatan Pempek Tenggiri Ala Bunda
Sumber daya alam yang berlimpah, beraneka ragam suku budaya yang indah, menjadikan Indonesia mempunyai berbagai macam kuliner yang menggoda lidah. Ratusan bahkan ribuan kuliner tradisional ada di Indonesia tercinta ini, dan setiap daerah hampir mempunyai kuliner yang beraneka ragam, seperti Soto, Sate, Rawon, Lumpia, Pempek, Rendang dan masih banyak lagi. 

Dan salah satu kuliner yang paling terkenal yaitu Pempek, kuliner khas Palembang Sumatera Selatan ini sudah terkenal sampai pelosok negeri, dan ini adalah salah warisan dari nenek moyang yang harus kita lestarikan.

Ada kabar gembira nih buat para pecinta kuliner, khususnya pempek. Saat ini kalian tak perlu jauh-jauh ke Palembang untuk menikmati kuliner yang lezat ini, karena di kedai "Pempek Tenggiri Ala Bunda" ini rasanya sama seperti pempek yang ada di Palembang.

SEJARAH PEMPEK TENGGIRI ALA BUNDA 

Bunda Kayla "Owner Kedai Pempek Tenggiri Ala Bunda"

Kedai Pempek yang baru buka setahun yang lalu ini memang rasanya lezat sekali, meskipun pemilik kedai ini asli orang Jawa. tetapi rasanya pas seperti yang ada di Palembang. Karena pemilik kedai ini langsung belajar resep pempek dari saudaranya yang berada di Palembang, jadi resepnya seperti yang asli di Palembang.


Awal mula Kedai Pempek Tenggiri Ala Bunda dibuka karena Bunda Kayla (Owner) ini memang suka banget makan pempek, dan di Kendal itu gak ada pempek yang enaknya seperti di Palembang, ada sih pempek di Semarang yang rasanya lumayan enak, tapi ya lumayan jauh juga. Akhirnya Bunda Kayla yang punya jiwa entrepreneur ini berinisiatif membuka kedai pempek yang rasanya seperti di Palembang.

LOKASI
Tamangede, Gemuh, Kendal
Nah biar gak penasaran langsung saja bisa kunjungi kedai
Pempek Tenggiri Ala Bunda yang berada di Dusun
Karanganyar, Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51356 atau bisa lihat di goeglg maps https://goo.gl/maps/Hn7F9YLHatE2. Dan Kedai Pempek Tenggiri Ala Bunda ini buka mulai pukul 12.00 wib sampai pukul 21.00 wib, kalian yang malas kesana bisa delevery order lewat WA :
0896-7355-7150 atau pesan lewat GrabFood.

Tempatnya Instagramable
Selain rasanya yang sangat lezat, kedai Pempek Tenggiri Ala Bunda ini juga tempatnya sangat instagramble, cocok buat berfoto-foto, bersantai ataupun nongkrong bersama teman-teman. Kedai ini kurang lebih bisa muat untuk 15 orang.

AWAS KETAGIHAN

Yang membuat special pempek yang satu ini yaitu menggunakan ikan tenggiri pilihan, sehingga bisa menghasilkan rasa tenggiri yang kuat. Tekstur pempek ini juga kenyal sehingga kalau dimakan tidak keras. Apalagi ditambah saus sambal khusus pempek menjadikan pempek tenggiri ala bunda ini pasti bikin kamu ketagihan. Dan disini ada beberapa jenis pempek yang rasanya super lezat yaitu pempek kapal selam, pempek bulat, pempek tahu, pempek lenggang, pembek kulit dan pempek lenjer. Untuk satu porsi pempek tenggiri ala bunda ini mulai Rp.7000 dan paket pempek komplit Rp. 20.000.



Dulu aku itu kurang begitu suka sama pempek, ya mungkin karena jarang makan pempek juga, pernah sih coba pempek yang jualan keliling tapi rasanya biasa saja, tapi setelah mencoba beberapa kali pempek tenggiri ala bunda ini aku jadi langsung jatuh hati sama kuliner asli Palembang ini, karena pempek tenggiri ala bunda ini rasanya sangat super lezat dan menggoda lidah. 

Postingan populer dari blog ini

Kemeriahan Acara Kadeso Di Desa Wisata Lerep Ungaran

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya saja, tetapi Indonesia juga kaya akan tradisi, seni dan budayanya. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia yaitu Tradisi Kadeso (Sedekah Deso) atau Sedekah Desa, tepatnya di Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, masyarakatnya masih tetap memegang teguh tradisi Kadeso yang sudah ada sejak dahulu kala.



Sejarah Kadeso

Tradisi Kadeso ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan menurut Kepala Desa Lerep yaitu Bapak Sumaryadi dahulu waktu beliau masih kecil sekitar tahun 1973 acara Kadeso ini sudah ada. Acara Kadeso ini diadakan setiap hari Rabu kliwon setelah panen, akan tetapi semakin berkembangnya jaman, masyarakat Desa Wisata Lerep banyak yang berpindah profesi yang dulunya mayoritas berprofesi senagse petani, sekarang banyak yang berpindah profesi menjadi karyawan, pegawai dan wirausaha.


Jadi hari Rabu kliwon setelah panen tidak bisa menjadi patokan lagi, sehing…

Cerita Seru Dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Halo sahabat Si klimis.......

      Kalian pasti sudah tidak asing lagi kan dengan salah satu gunung terindah di Provinsi Jawa Timur ini, nah ini dia Gunung Bromo yang sangat mempesona dan saat ini masuk 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, sehingga banyak sekali wisatawan domestik hingga mancanegara yang berbondong-bondong ingin melihat kecantikan Gunung Bromo ini. Dan kebetulan dari dulu saya sangat ingin berlibur ke Gunung Bromo, Alhamdulillah bulan Juni kemarin saya bisa berkunjung ke Gunung Bromo.


      Buat kalian yang mungkin belum tahu tentang Gunung Bromo ini sedikit penjelasan tentang Gunung Bromo, jadi Gunung Bromo ini terletak di kawasan TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU atau sering disingkat TNBTS. Dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini secara geografis masuk di 4 wilayah kabupaten diantaranya : 1. Kabupaten Pasuruan 2. Kabupaten Probolinggo 3. Kabupaten Malang 4. Kabupaten Lumajang. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini sangat luas sekali, luasnya kurang le…

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …