Langsung ke konten utama

Pesona Desa Wisata Malahayu dalam Ekowisata dan Edukasi


Waduk Malahayu

Aku sangat bersyukur lahir dan besar di Indonesia, karena Indonesia memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam, alam dan laut yang sangat indah, seni budaya yang sangat megah dan aneka kuliner yang siap memanjakan lidah.

Rasa syukur itu tak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga harus kita realisasikan. Dan wujud rasa syukur yang aku lakukan yaitu dengan menjelajahi negeri ini, melihat keindahan alam, menikmati kuliner tradisional, dan belajar tentang sejarah, seni dan budaya negeri ini. 


Gapura masuk Kabupaten Brebes

Perjalanan kali ini aku sangat tertarik untuk menjelajahi sebuah desa wisata di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes. Ini adalah pengalaman pertama ku menjelajahi Kabupaten Brebes, sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Pantura Jawa Tengah, yang selama ini hanya aku lewati ketika pergi ke Jakarta. 

Desa wisata yang akan aku jelajahi yaitu Desa Wisata Malahayu, sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang memesona dan kearifan alam yang bersahaja. Desa Wisata Malahayu ini terletak di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. 

PERJALANAN MENUJU DESA WISATA MALAHAYU


Alun Alun Brebes


Icon Kabupaten Brebes

Pagi itu, Senin 14 Januari 2019, aku berangkat pukul 05.00 wib menuju Desa Wisata Malahayu. Karena rumahku di Kabupaten Kendal dan jarak menuju Desa Wisata Malahayu sangatlah jauh, maka aku putuskan untuk menggunakan sepeda motor agar lebih mudah menjelajahi Desa Wisata Malahayu, dan akupun berangkat lebih pagi agar tak terlalu siang sampai di Desa Wisata Malahayu.

Setelah hampir 3 jam menyusuri jalur Pantura, akhirnya aku sampai di pusat Kota Brebes. Aku pun istirahat sebentar di Alun-Alun Brebes supaya tak terlalu capek. Ternyata perjalanan masih lumayan jauh karena dari pusat Kota Brebes menuju Desa Wisata Malahayu jaraknya kurang lebih 42 km dan dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Tak lama berselang aku pun melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Malahayu. 


Sejuknya suasana menuju Desa Malahayu

Pemandangan menuju Desa Malahayu


Hamparan sawah dengan berbagai macam tanaman seperti padi dan bawang merah menjadi pemandangan yang bisa menyejukkan mata. Dan setelah sampai di Kecamatan Banjarharjo, aku semakin semangat karena hampir sampai di tempat tujuanku. Perjalanan dari Kecamatan Banjarharjo menuju Desa Wisata Malahayu jaraknya kurang lebih 6 km, dan mata ini semakin terkejut karena sepanjang perjalanan, kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah, seperti pohon-pohon yang tumbuh subur, hamparan sawah yang luas dan bukit-bukit yang menawan.


Gerbang masuk Desa Wisata Malahayu


Akhirnya aku sampai di gerbang Desa Wisata Malahayu sekitar pukul 10.00 wib. Dan rasa lelahku seketika hilang setelah memasuki Desa Wisata Malahayu yang sangat sejuk dan asri. Ternyata di Desa Wisata Malahayu ini kita tak hanya bisa menikmati keindahan Waduk Malahayu saja, tetapi kita juga bisa mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa karena Desa Wisata Malahayu mempunyai kawasan Edupark sehingga kita bisa belajar tentang banyak hal, seperti belajar sejarah Situs Benteng Dinamit, belajar bahasa inggris di Malahayu Learning English, belajar membuat Keramik Malahayu, melihat warna-warni Kampung Pelangi Malahayu yang cantik, bermain bersama keluarga di BBM Fantasy Land, dan menikmati Kuliner tradisional Malahayu yaitu Opak Ketan Malahayu & Tape Ketan Bu Upi Malahayu.


SEJARAH WADUK MALAHAYU



Waduk Malahayu adalah salah satu waduk yang bersejarah, karena Waduk Malahayu ini dibangun pada masa Kolonial Belanda yaitu pada tahun 1934 sampai tahun 1937 dan diresmikan pada tahun 1938. Dulunya Waduk Malahayu ini adalah perkampungan warga namun setelah itu perkampungan tersebut dipindahkan karena akan dibangun sebuah waduk.

Nah kenapa waduk ini dinamakan Waduk Malahayu ? Karena pintu masuk untuk menuju waduk ini berada di Desa Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Hal ini terbukti dengan adanya jembatan peninggalan Belanda di Desa Malahayu, selain itu pintu pengeluaran air juga berada di Desa Malahayu, sehingga waduk ini dinamakan Waduk Malahayu.

Waduk yang mempunyai luas sekitar 944 hektar ini dulunya berfungsi sebagai pengairan lahan perkebunan dan lahan pertanian. Yang mana untuk perkebunan airnya dialirkan menuju kebun tebu dan pabrik gula yang berada di Kecamatan Kersana. Sementara untuk pengairan lahan pertanian sampai saat ini airnya dialirkan ke beberapa kecamatan yang berada di Kabupaten Brebes diantaranya Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Tanjung dan Losari.



Perahu Nelayan di Waduk Malahayu


Selain itu Waduk Malahayu juga berfungsi sebagai sumber mata percaharian warga Malahayu dan sekitarnya, yang mana disebut nelayan darat karena mereka mencari ikan di air tawar. Kurang lebih ada 200 nelayan dari Desa Malahayu, Desa Cipajang dan Desa Penanggapan yang menggantungkan nasibnya di Waduk Malahayu ini. Karena di Waduk Walahayu ini banyak sekali ikan dan udang dengan berbagai jenis seperti ikan nila, ikan mas, ikan patin, ikan gurame, ikan gabus, ikan mendo dan udang sintang.


Waduk Malahayu semakin ayu.

Waduk Malahayu ini juga berfungsi sebagai obyek wisata, karena di Waduk Malahayu ini pemandangannya sangat indah sekali. Genangan air yang luas serta dikelilingi bukit dan pohon- pohon yang hijau, membuat Waduk Malahayu ini semakin menawan. Dan banyak aktifitas yang bisa kita lakukan di Waduk Malahayu ini, seperti berfoto-foto, menikmati kuliner di pinggir waduk, memancing dan mengelilingi waduk dengan menggunakan perahu, cukup membayar Rp.10.000 kita bisa naik perahu mengelilingi Waduk Malahayu.

SITUS BENTENG DINAMIT


Gerbang menuju Situs Benteng Dinamit


Setelah puas menjelajahi Waduk Malahayu, aku pun melanjutkan untuk mengunjungi sebuah tempat bersejarah peninggalan Kolonial Belanda yaitu Situs Benteng Dinamit yang jaraknya sangat dekat dengan Waduk Malahayu. Untuk tiket masuk ke Situs Benteng Dinamit ini sangat murah yaitu Rp.3000. Dan Situs Benteng Dinamit ini letaknya di atas Bukit Geger Halang, jadi untuk menuju kesana kita harus naik bukit terlebih dahulu. Tetapi jangan khawatir karena Bukit Geger Halang ini tidak terlalu tinggi.



Untuk naik keatas bukit kita akan disambut dengan anak tangga yang sangat unik, yaitu menggunakan ban bekas mobil yang disusun rapi dan dicat warna-warni sehingga semakin cantik dan menarik. Dan kalian tak perlu khawatir capek karena sebelum sampai atas bukit ada warung dan gazebo untuk beristirahat sejenak.

Situs Benteng Dinamit

Dan setelah sampai di atas Bukit Gegerh Halang kita bisa melihat dua buah Situs Benteng Dinamit peninggalan Kolonial Belanda. Yang mana Situs Benteng Dinamit ini dahulu fungsinya yang satu sebagai tempat pengawasan para pekerja Waduk Malahayu dan yang satu sebagai tempat penyimpanan dinamit. Nah dinamit inilah yang digunakan untuk meledakkan batu-batu yang berada di Gunung Colom saat pembuatan Waduk Malahayu. Dan setelah diledakkan, batu-batu tersebut diambil untuk digunakan sebagai bahan bangunan dalam membangun tanggul dan jembatan.



Gardu Pandang

Di atas Bukit Geger Halang ini udaranya sangat sejuk sekali, jadi sangat cocok untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam Desa Wisata Malahayu. Dan di sebelah Situs Benteng Dinamit ini juga ada gardu pandang yang terbuat dari kayu dan tingginya kurang lebih 10 meter, jadi kita bisa melihat indahnya Waduk Malahayu dari atas gardu pandang. 

KAMPUNG PELANGI MALAHAYU


Kampung Pelangi Malahayu

Setelah puas menikmati keindahan Waduk Malahayu, kedua mata ini tak berhenti berkedip saat melihat deretan rumah dengan warna-warni yang sangat cantik. Ternyata Desa Wisata Malahayu tak hanya menyajikan wisata alam saja tetapi juga menyajikan wisata yang kekinian yaitu Kampung Pelangi Malahayu. Sejak diresmikan pada tanggal 31 Desember 2017, Kampung Pelangi Malahayu ini menjadi salah satu daya tarik di Desa Wisata Malahayu.

Kenapa bisa dinamakan Kampung Pelangi Malahayu? Karena perpaduan berbagai warna yang menghiasi Kampung Balsiah Desa Malahayu ini seperti pelangi, sehingga dinamakan Kampung Pelangi Malahayu. Kampung yang dulunya kumuh ini sekarang menjadi lebih indah karena kerja keras dan gotong royong warga Malahayu untuk memajukan pariwisata di Desa Wisata Malahayu. Kurang lebih ada 179 rumah yang dicat warna-warni dengan menghabiskan 2.700 liter cat. Terbukti dengan adanya Kampung Pelangi Malahayu ini membuat Desa Wisata Malahayu semakin ayu.

Kampung Pelangi Malahayu

Setelah menyusuri gang-gang kecil di Kampung Pelangi Malahayu, aku menemukan banyak keunikan disini, tak hanya coretan warna saja yang menghiasi Kampung Pelangi Malahayu ini. Tetapi juga banyak tulisan kata-kata bijak yang sangat memotivasi di tembok-tembok rumah warga, seperti tulisan :


"Pendidikan walaupun akarnya pahit tapi akan berbuah manis di kemudian hari". 

"Berbuat baik pada orang lain lebih sulit daripada perang melawan penjajah". 

"Jika merasakan ujian sebesar kapal yakinlah nikmat ALLAH sebesar lautan". 

Selain itu juga banyak gambar-gambar lucu dan menarik di tembok-tembok rumah warga yang sangat keren untuk berfoto-foto sehingga Kampung Pelangi Malahayu ini semakin unik dan menarik.

BBM FANTASI LAND


Pintu masuk ke BBM Fantasi Land

Desa Wisata Malahayu ini semakin istimewa dengan adanya taman bermain yang dipenuhi bunga matahari. Namanya cukup unik yaitu BBM Fantasi Land, menurut warga sekitar BBM ini mempunyai tiga arti, ada yang mengartikan BBM (Bareng Bareng Maju, Brebes Bisa Maju dan Brebes Banjarharjo Malahayu). Meskipun nama BBM ini ada tiga arti tetapi ketiga arti tersebut sama-sama bagus, dan untuk masuk ke BBM Fantasi Land ini tikeynya hanya Rp. 5.000, kita sudah bisa mengelilingi BBM Fantasi Land.

Cantiknya bunga matahari


BBM Fantasi Land ini semakin melengkapi keindahan dan keelokan Desa Wisata Malahayu karena di dalam BBM Fantasi Land terdapat kebun bunga matahari, ribuan bunga matahari bermekaran sehingga sangat cocok untuk berswafoto. Dan Kebun bunga matahari "One Million Flowers Village" ini dilaunching pada Selasa 30 Oktober 2018 dan penggagasnya yaitu Bapak Narjo S.H. Disini kita juga bisa membeli benih bunga matahari dengan harga Rp.5000 atau pun bibit bunga matahari dengan harga Rp.20.000.



Tak hanya kebun bunga matahari saja  yang berada di BBM Fantasi Land tetapi masih banyak lagi  fasilitas permainan untuk keluarga yang sangat menarik seperti becak air dengan harga tiket Rp.30.000/ orang, sepeda gantung dengan tiket Rp.20.000/orang, terapi ikan dengan tiket Rp.5000/orang dan bola air dengan tiket Rp.15.000/orang. BBM Fantasi Land ini  juga mempunyai beberapa koleksi hewan seperti monyet, musang, kucing hutan dan ular besar, tenang saja hewan-hewan tersebut di dalam kandang jadi pasti aman. BBM Fantasi Land ini memang istimewa, karena fasilitasnya yang komplit dan menarik.

MALAHAYU LEARNING ENGLISH

Aula tempat belajar bahasa Inggris


Berwisata sambil belajar itu suatu hal yang sangat mengasyikan, karena kita bisa bersenang-senang dan mendapatkan ilmu. Di Desa Wisata Malahayu inilah tempat yang paling rekomended untuk berwisata sambil belajar, karena disini ada "Malahayu Learning English". Sebuah tempat untuk belajar Bahasa Inggris untuk pemula ataupun lanjutan dengan metode belajar sambil berwisata sehingga menyenangkan dan cepat pintar.


Program-program yang diajarkan di Malahayu Learning English ini diantaranya : Speaking, Pronunciation, Vocabulary, Short Expression, Micro Teaching, dan Study club. Untuk program speaking ini biayanya Rp. 300.000/bulan dan jadwal berangkat 3 kali dalam seminggu dengan durasi 2 jam dalam satu kali pertemuan. Informasi lebih lanjut bisa follow instagram @mlenglishcenter dan hubungi: 08997157890

KERAJINAN KERAMIK MALAHAYU

Kerajinan Keramik Malahayu

Desa Wisata Malahayu ternyata tak hanya mempunyai keindahan alam yang memesona, tetapi juga mempunyai kerajinan yang sangat istimewa yaitu Kerajinan Keramik Malahayu. Kerajinan keramik di Desa Wisata Malahayu ini sudah ada sejak dulu, para pengrajin keramik ini belajar dari para orang tua secara turun temurun. Dahulu para pengrajin ini hanya membuat gerabah seperti teco, kendi, gentong dan lain-lain. Namun seiring berkembangnya jaman, sekitar tahun 1995 warga Malahayu mulai berinovasi membuat keramik hingga saat ini.

Keindahan dan keunikan Keramik Malahayu ini membuat keramik ini banyak disukai orang, sehingga sudah terjual ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, dan harganya juga bervariasi mulai Rp. 20.000 hingga Rp. 2000.000. Dan di Desa Wisata Malahayu ini kita tak hanya bisa belanja keramik saja, tetapi kita juga bisa belajar langsung membuat keramik. Disini sering kali banyak pelajar ataupun mahasiswa yang belajar membuat keramik, tetapi karena waktu yang terbatas akhirnya aku hanya bisa melihat proses pembuatan keramik saja.

Proses membuat Keramik Malahayu


Bahan baku untuk pembuatan keramik ini menggunakan tanah liat yang dibeli dari Sukabumi karena tanah liat dari Sukabumi ini kualitasnya sangat istimewa, lalu dicampur dengan kaolin yang didatangkan dari Belitung. 
Awal proses pembuatannya yaitu tanah liat dilarutkan ke dalam air lalu disaring untuk menghasilkan tanah yang lembut dan halus. Kemudian tanah liat dicampur kaolin dan dimasukkan ke mesin penggilingan hingga halus.

Campuran tanah liat dan kaulin yang telah dihaluskan ini kemudian dibuat keramik sesuai bentuk yang diinginkan, dimulai dari membuat cangkiran (yang paling bawah), lalu badan dan mulut keramik. Dan untuk pembuatan keramik dengan ukuran besar biasanya dibuat dengan cara manual dan untuk ukuran kecil dibuat menggunakan cetakan lalu dijemur hingga kering. 

Proses selanjutnya yaitu keramik polos yang telah kering diberi cat dasar dan digambari motif lalu dilapisi glasir agar mengkilat. Setelah itu keramik yang sudah setengah jadi ini dimasak dalam oven raksasa sampai benar-benar matang kira-kira satu malam hingga dua malam.

OPAK KETAN MALAHAYU




Setelah menjelajahi Waduk Malahayu, Situs Benteng Dinamit, BBM Fantasi Land dan melihat proses pembuatan Keramik Malahayu, aku melanjutkan untuk mencoba kuliner tradisional khas Desa Wisata Malahayu yaitu Opak Ketan Malahayu. 

Kuliner ini sangat legendaris karena sudah turun temurun, dulu Ibu Sarni atau yang lebih akrab dipanggil Mameno inilah yang membuat Opak Ketan Malahayu. Dan setelah Bu Sarni meninggal kemudian usaha Opak Ketan Malahayu ini diteruskan oleh anak Bu Sarni yaitu Ibu Tarniti hingga saat ini. Biasanya Opak Ketan Malahayu ini sering dibeli oleh para wisatawan sebagai oleh-oleh. Dan harganya juga murah, untuk satu biji yang belum dibakar Rp.400 dan Rp.500 untuk yang sudah dibakar. Dan untuk satu bungkusnya yaitu cukup Rp. 10.000.



Opak Ketan Malahayu ini sangatlah unik karena tidak digoreng tetapi  dibakar. Dan proses pembuatanya ini dimulai dari malam hari yaitu beras ketan direndam agar bersih selama satu malam, lalu dikukus hingga matang, kemudian ditumbuk dan dikasih parutan kelapa. Setelah itu baru dicetak kecil-kecil. Dan sebelum dibakar, Opak Ketan ini dijemur mulai pagi hingga kering, setelah kering baru dibakar pada sore harinya dan semua proses pembuatan Opak Ketan ini menggunakan alat-alat tradisional. Disini kita juga bisa belajar membuat Opak Ketan Malahayu tetapi harus datang pagi hari agar bisa belajar dan melihat proses pembuatan dari awal. 


TAPE KETAN BU UPI MALAHAYU



Tak puas hanya menikmati satu kuliner tradisional khas Malahayu, aku pun melanjutkan menjelajahi kuliner tradisional khas Malahayu yang lainnya yaitu Tape Ketan Bu Upi Malahayu. Kuliner tradisional ini sudah ada sejak lama, Ibu Upi adalah pembuat tape ketan ini, meskipun usianya sudah 70 tahun tetapi Ibu Upi ini masih semangat dalam membuat tape ketan. Berawal dari resep yang diberikan orang tuanya, Ibu Upi sekarang semakin kuwalahan menerima orderan tape ketan. Cita rasa Tape Ketan Bu Upi ini memang luar biasa dan sangat unik karena bungkusnya menggunakan daun jambu air sehingga menghasilkan aroma yang khas dan super lezat, sehingga banyak orang yang suka. 



Untuk satu biji Tape Ketan Bu Upi ini harganya seribu rupiah dan biasanya sudah dibungkus 10 biji dalam satu plastik dengan harga Rp.10.000. Cara pembuatan yang masih manual dan menggunakan alat tradisional adalah daya tarik tersendiri, dan yang paling unik yaitu dapurnya sederhana berupa gubuk kecil dan untuk memasaknya masih menggunakan kayu dan tungku. Menurut Bu Upi dalam membuat tape ketan ini tidak diperbolehkan menyimpan bumbu-bumbu masak di ruangan dapur karena bisa membuat cita rasa tape ketan berubah, jadi dapur ini khusus untuk membuat dan memasak tape ketan. Nah disini kita juga bisa belajar membuat tape ketan dengan kearifan lokal yang masih dipertahankan.

Untuk proses pembuatan tape ketan ini awalnya beras ketan dicuci hingga bersih, kemudian direndam selama dua berjam, setelah itu beras ketan tadi dikukus hingga matang. Selanjutnya ditiriskan dan beras ketan yang sudah masak ditaburi ragi, untuk setiap 5 kg beras ketan menggunakan satu ragi, dan tahap akhir didinginkan agar beras ketan dan ragu bisa menjadi satu. Setelah situ persiapkan daun jambu yang sudah dipotong ujungnya, lalu dicuci hingga bersih. Kemudian daun jambu tersebut dikukus, setelah itu ditiriskan dan dibungkus lalu siap untuk dihidangkan. 




Itulah keseruan perjalanan menjelajahi kawasan Edupark di Desa Wisata Malahayu, sebenarnya menjelajahi Desa Wisata Malahayu ini tidak cukup satu hari, karena Desa Wisata Malahayu ini tak hanya mempunyai keelokan alam yang memesona, tetapi juga mempunyai tradisi budaya yang luhur seperti setiap satu tahun sekali tepatnya pada hari Selasa kliwon antara bulan Agustus September selalu diadakan sedekah waduk yang mana bertujuan supaya masyarakat Desa Malahayu selalu diberi keberkahan dan keselamatan. Ternyata berwisata sambil belajar itu rasanya sungguh menyenangkan, karena kita bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu yang banyak sekali. 
Ayo berwisata dan belajar ke Desa Wisata Malahayu.

#Edupark
#BrebesSejenKaroLiyane

Komentar

Wind. mengatakan…
Wiih jalanannya kelihatan adeem banget, belum lagi danaunyaaa. Trus ternyata ada kerajinan keramik segala di sana. Kayaknya harus juga lebih mengeksplor Brebes nih, selama ini baru jadi lintasan aja kalau mau ke Jawa Barat.
Nyi Penengah Dewanti mengatakan…
Huwooooo Brebes banyak banget ya wisatanya termasuk malahayu dengan paket komplitnya. Asik ini, kapan2 ke sini ah
Yozar mengatakan…
Padahal jauh yo. Naek motor sampai berjam-jam, tapi nampaknya kegigihan mas Zaon terbayar dengan indahnya tempat wisata dan hasil ulasan yang lengkap ��
WJWP mengatakan…
Woww bagus kak, kapan" aku ajakin kesitu dongπŸ˜†
Malindra Anji mengatakan…
Aku mbok diajak piknik to zen
SiKlimis mengatakan…
Iya mbak...komplit banget nih....wisatanya keren dan harus diagendakan menjelajahi Brebes.
SiKlimis mengatakan…
Iya Brebes Sejen Karo Liyane, di Brebes itu komplit, ada pantai, waduk, air terjun dan kebun teh...Yuk piknik ke Brebes
SiKlimis mengatakan…
Iya gak sia2 naik motor jauh, sampai di Brebes langsung disuguhi pemandangan yang begitu Indah. Yuk piknik ke Brebes.
SiKlimis mengatakan…
Nunggu kamu libur panjang.. ...wkwk wkwkwkk
Sri Untari mengatakan…
Pernah kesana puluhan taun lalu. Aku kan dl KKn di banjarharjo. Tapi sekarang makin indah aja malahayu
SiKlimis mengatakan…
Wah ayo mas..... kita agendakan explore Brebes ya...
SiKlimis mengatakan…
Owalah....berarti dah pernah mampir ke Malahayu ya mbak.... sekarang Malahayu tambah ayu
Malindra Anji mengatakan…
Siapa takut hahaha
Heri TL mengatakan…
Mantab kak, lengkap kali infonya.
Btw, opak nya bikin ngiler 🀀🀀
Winta Rasyid mengatakan…
Ajiiiiiib lengkap banget. Makasih lho yaa udh main ke Brebes. Jgn bosen yaaa.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜
Kuspriyatna Cuz mengatakan…
Opaknya di bawa pulang gak...kalo iya q nyicip, biar kayak keluarga Cemara makannya opak
Siti Faridah mengatakan…
Keren banget ya desa wisata Malahayu ini. Aku tertarik sama kampung pelanginya, bunga mataharinya dan tentu saja opak ketan. Semoga akan ada kesempatan nih aku biar bisa berkunjung ke Brebes.
Nurul Maulida mengatakan…
Baru tahu kalau di Brebes banyak tempat semenarik itu, padahal rumah saya juga gk jauh jauh amat loh. Makasih kk infonya jadi penasaran juga pengen eksplor Brebes
Noorma FMZ mengatakan…
ora bala laahh karo Zayn, lunga maring Malahayu ora ngajak nyong kaa..

nyong pengen opake kue, dibakar oea digoreng sehat kue, non kolesterol
Anugrahni mengatakan…
Wow, banyak juga ya yang bisa dinikmati di Desa Wisata Malahayu ini. Semacam paket komplit gitu. Baru tau ada desa wisata seperti ini di Brebes. Penasaran sama Situs Dinamit + Tape Ketannya :D
Hidayah Sulistyowati mengatakan…
Ternyata Desa Wisata Malahayu punya banyak tempat wisata. Bahkan ada juga tempat belajar bahasa Inggris, keren ihh. Dari sekian kuliner nya, paling gak nahan sama Tape ketan, ngileeeer
Jejak Biru mengatakan…
wah banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi, kampung warna warni semakin banyak ya di Indonesia, makin cantik lah negeri ini... #jejakbiru
Rivai Hidayat mengatakan…
Fasilitas di desa wisatanya cukup lengkap yaa. Banyak yang bisa ditawarkan.

Opak ketannya sungguh menggoda :D
Rivai H mengatakan…
Fasilitas di desa wisatanya cukup lengkap yaa. Banyak yang bisa ditawarkan.

Opak ketannya sungguh menggoda :D
Defarah mengatakan…
Keren kakak..���� menginspirasi utk meningkatkan pembangunan destinasi wisata lokal di sini...utk bs Semaju di Malahayu..jg ttg olahan pangan lokalnya yg turut memberikan nilai plus..okeee deh����
Rizal Dwi mengatakan…
Keren kak, setelah baca jadi pengen kesana nih. Yok kesana bareng
Uniek Kaswarganti mengatakan…
Brebes jan ayuu ya, punya pesona wisata kayak gini. Hayuklah Zayn kapan Agustus atau September kita lihat sedekah waduk.
erinajulia mengatakan…
Duh, desa wisata sekarang sudah lebih berkembang ya, kereen bgt ini, tinggal gmn promosinya, dan buat piknik pun nggak perlu jauh-jauh, yang deket-deket aja banyak yg bisa dieksplore,


Jadi penasaran sama opaknyaaa
Ika Puspita mengatakan…
Aku pernah ke Brebes tapi di daerah pesisirnya dan pengen balik ke Brebes lagi, pengen ke Malahayu sama nyicipin sate blengong nya deh
Whizisme mengatakan…
Blogger seperti Mas Klimis inilah yang bikin destinasi wisata jadi terkenal.

Senang sekali membacanya ,seperti diajak serta mengelilingi Malahayu yang eksotis.

Salam

Dian Farida mengatakan…
Aduh tape ketannya ngiler. Terus keramik nya juga bagus banget ya. Jadi pingin kemari
yudo rahadya mengatakan…
masih tradisionil banget ya
Muhamad Nur Khafid mengatakan…
selamat kak zen, usaha tidak pernaah menghianati hasil apa kebalik hasil tidak pernah menghianati usaha haha
Abi Zamroh mengatakan…
Mantabbb...
aldhi Fajar mengatakan…
Wah aku tau nih waduk malahayu, tapi hanya sekedar lewat. Biasanya travel kuningan - jogja lewat situ..
Liat dr luar aja seperti ya bagus buar objek wisaya juga.
Ternyata brebes banyak juga kerajinan dan destinasinya....
Blog Pendidikan mengatakan…
Mantap kak, lanjutkan menulis & share info yg bermanfaat. Salam blogger sejati ^_^

Postingan populer dari blog ini

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …

3 Desa Wisata di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi

Traveling itu gak selalu harus ke pantai, gunung ataupun ke tempat yang mempunyai pemandangan yang indah. Sesekali kita juga perlu traveling ke tempat yang bisa menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya banyak sekali tempat yang keren dan instagramable yang dapat menambah wawasan dan pengalaman kita, seperti museum, cagar budaya, desa wisata dan masih banyak lagi.

Selasa lalu aku bersama teman-teman mendapat undangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan jalan-jalan sambil mengexplore UMKM Unggulan Kabupaten Klaten, sebenarnya banyak sekali sentra UMKM di Kabupaten Klaten ini, tetapi karena waktu yang lumayan singkat akhirnya kami hanya mengunjungi tiga sentra UMKM Unggulan Kabupaten Klaten.

Nah jika kalian berkunjung ke Kabupaten Klaten Jawa Tengah, kalian bisa mampir ke desa wisata  yang baru saja aku kunjungi kemarin, ini dia "3 Destinasi Wisata Edukasi di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi" :


1. Desa Wisata Melikan


Tempat yang pertama kami …