Langsung ke konten utama

Menilik Kebudayaan Sunda di Kampung Sindangbarang Bogor


Indonesia yang kaya akan seni dan budaya, membuatku sangat bangga dengan negeri ini. Karena budaya lahir dari keagungan kehidupan manusia dan kebudayaan adalah identitas suatu bangsa. Namun rasa bangga itu tak cukup jika aku tak mengerti akan seni & budaya yang ada di Indonesia. Rasa ingin tahu tentang seni & budaya yang ada di Indonesia membuatku ingin menjelajahi seluruh pelosok negeri ini dan melestarikannya. Agar seni budaya yang ada di Indonesia tetap bertahan sampai akhir zaman.

Di era milenial ini mungkin banyak orang yang melupakan akan seni budaya, tetapi teknologi yang semakin canggih ini malah membuatku bisa mendapatkan informasi dengan cepat untuk belajar tentang seni budaya. Dan kebetulan aku dapat kabar ada acara "Telisik  Kampung Budaya Sindangbarang" .

Rasa penasaran tentang budaya Sunda dan haus ilmu tentang Travel Photography dan Travel blog, membuatku semakin yakin untuk mengikuti acara ini. Karena aku sadar kesempatan ini tak akan ada untuk kedua kalinya dan meskipun jauh tetap aku kejar.

Akhirnya Jumat pukul 14.00 siang aku berangkat menuju Jakarta menggunakan kereta dengan waktu tempuh kurang lebih 7 jam. Suasana malam di Ibukota telah menyambutmu dengan penuh harapan. Lalu aku singgah untuk bermalam di rumah salah satu sahabatku yang ada di Jakarta.

Perjalanan ke Kampung Budaya Sindangbarang
Angkot Khas Bogor

Dan pagi itu aku bangun lebih awal tak seperti biasanya, karena aku akan menempuh perjalanan yang lumayan menguras tenaga namun penuh makna. Kemudian aku langsung menuju stasiun Manggarai untuk melanjutkan perjalanan menuju Bogor.

Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan akhirnya aku sampai untuk pertama kalinya di Kota Hujan ini. Bahagia menyelimuti hati ini karena bisa bertemu dengan beberapa teman yang sudah aku kenal dan beberapa teman baru yang sudah menungguku di Stasiun Bogor.

Semua peserta "Telisik Budaya Kampung Sindangbarang" sudah berkumpul, lalu rombongan kami berangkat menggunakan mobil angkot khas Kota hujan. Perjalanan menuju Kampung Budaya Sindangbarang pun dimulai dengan penuh kegembiraan, kurang lebih 60 menit angkot yang kami menyusuri jalan, akhirnya sekitar pukul 10.00 wib kami tiba di sebuah desa yang penuh kedamaian. Tepatnya di Kampung Budaya Sindangbarang Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Keunikan Budaya Sunda di Kampung Sindangbarang
Angklung Gubrak

Udara sejuk khas pedesaan sangat terasa sampai ke hati saat kaki kecil ini berpijak untuk pertama kalinya di Kampung Sindangbarang. Setelah beberapa langkah berjalan, terdengarlah suara alunan angklung khas Kampung Sindangbarang yang berirama merdu menyambut kedatangan kami.

Ternyata itu adalah alat musik khas Kampung Sindangbarang yang bernama “Angklung Gubrak”. Dan uniknya alat musik ini dimainkan oleh beberapa wanita. Sebenarnya Angklung Gubrak ini sebagai iringan dalam menanam padi dan memanen padi. Karena dahulu semua hal yang berhubungan dengan pertanian dianggap sangat sakral.

Leuit (Tempat Menyimpan Padi) 

Pada pandangan pertama, mata ini langsung tertuju kepada beberapa bangunan dengan arsitektur khas Sunda yang sangat unik, seperti “Saung Lesung (tempat menumbuk padi), Leuit (tempat menyimpan padi), Pesanggrahan (rumah khas Sindangbarang), Imah panengen (kamar tamu, Bale Riuangan (aula). Bangunan-bangunan di Kampung Sindangbarang ini kebanyakan terbuat dari bambu, jadi masih sangat tradisional sekali.



Berada di Kampung Sindangbarang ini jiwaku merasa tenang, karena di sini sangat damai dan tenteram. Sejenak aku bisa melupakan hiruk pikuk perkotaan yang membuat otak semakin tertekan. Dan sepertinya aku sudah lama tak merasakan kedamaian seperti ini.

Workshop Travel Photography dan Travel Blog
Sesi Workshop Travel Photography & Travel Blog

Tak lama berselang kami melanjutkan rangkaian acara yang sudah ditunggu-tunggu yaitu “Workshop Travel Photography dan Travel Blog” dan kami pun berkumpul di Bale Riuangan (Aula). Ini adalah sesi yang paling aku tunggu karena di sini aku akan banyak belajar tentang photography bersama Mbak Raiyani Mukarramah.

Banyak ilmu yang disampaikan oleh beliau seperti tentang cara mengambil gambar dengan cara low angel dan high angel. Dengan cara itu gambar akan lebih menarik, selain itu juga bagaimana cara membuat gambar menjadi blur atau bokeh dengan cara mengatur diafragma. Senang sekali rasanya bisa dapat ilmu yang sangat keren ini.


Di sini tak hanya mendapatkan ilmu tentang photography saja, tetapi kami juga mendapatkan ilmu yang menarik dari mbak Donna Imelda tentang Travel Blog. Seperti bagaimana rangkaian sebuah tulisan yang baik dan benar, berinteraksi kepada warga lokal, menggunakan indera agar bisa merasakan sesuatu secara dalam dan masih banyak lagi.

Aku sangat bersyukur sekali karena bisa mendapatkan banyak ilmu tentang travel photography dan travel blog. Tak terasa waktu  sudah menjelang siang, dari Balai Riuangan terlihat adik-adik penari yang sudah tak sabar untuk menari di hadapan para pengunjung. 

Aneka Ragam Kesenian Sunda di Kampung Sindangbarang :

Tari Rampak Gendang
Tari Rampak Gendang

Dan tibalah saatnya untuk melihat dan belajar tentang seni budaya khas Sunda yang masih terjaga hingga kini. Ada beberapa kesenian yang kami saksikan dengan rasa takjub. Seperti kesenian Tari Rampak Gendang yang dimainkan oleh dua gadis remaja yang dengan penuh semangat memukul gendang dan menari sehingga bisa menghibur para pengunjung.

Kaulinan Barudak 

Kemudian ada Kaulinan Barudak. Yaitu sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak dengan berbaris memanjang bagaikan ular yang melewati terowongan yang sudah dijaga dua anak yang dengan penuh keceriaan dan rasa bangga bisa melestarikan kesenian tradisional. Setelah itu mereka juga menari bersama-sama dengan penuh ada dan cita.

Tari Jaipong 
Tari Jaipong 

Ada juga kesenian Tari Jaipong dengan iringan lagu Mojang Priangan yang dilakukan oleh tiga penari dengan lincah. Mereka belajar menari sudah sejak kecil sehingga bisa luwes dan sesuai dengan iringan musik. Bahagia rasanya bisa melihat anak-anak kecil sudah pandai menari tradisional. Karena di era milenial seperti saat ini, anak-anak memang harus diajarkan aneka kesenian dan kebudayaan bangsa, agar mereka tidak lupa dengan jati diri bangsanya.

 Silat Cimande 
Silat Cimande

Lalu ada kesenian Silat Cimande yang dimainkan oleh dua remaja laki - laki. Mereka dengan lincah menggerakkan badan dengan kuat dan perkasa bak pahlawan. Silat ini adalah kesenian asli Indonesia dan di beberapa daerah juga ada, namun karena saking kayanya Indonesia, di berbagai daerah mempunyai kesenian silat yang khas sesuai daerah masing-masing. Dan ini semakin membuat aku bangga terhadap Indonesia.

Tari Merak
Tari Merak

Dan yang paling menarik perhatian yaitu kesenian Tari Merak yang dimainkan dua anak kecil menggunakan gaun bak burung merak yang sangat indah. Tari burung merak ini merupakan penerapan kehidupan seekor burung merak yang indah nanti rupawan.

 Parebut Seeng

Dan kesenian penutup yang ditampilkan yaitu Parebut Seeng, yang mana kesenian ini biasanya dilakukan oleh dua orang laki-laki, dan salah satunya membawa Seeng (tungku nasi tradisional). Kesenian ini biasanya ditampilkan ketika ada nikahan tradisional ataupun acara seren taun. Dengan gerakan silat kedua laki-laki tersebut beradu tenaga untuk mempertahankan memperebutkan Seeng, dan apabila Seeng tersebut bisa diambil maka yang membawa Seeng harus merelakannya. Lalu apabila Seeng tersebut tidak bisa direbut makan harus diganti lagi dengan pemain yang baru.

Pengalaman Pertama Menggunakan Fujifilm XT 100

Dan aku sangat senang sekali karena bisa mencoba menggunakan kamera Fujifilm ketika berada di Kampung Sindangbarang, kamera dengan tipe XT 100 ini membuatku merasa nyaman karena desainnya yang menarik,mudah dioperasikan, layar LCD bisa ditekuk dan diputar balik ke depan dan hasilnya sangat memuaskan. Seperti beberapa foto yang ada di tulisan ini.


Perjalanan ke Kampung Budaya Sindangbarang ini sangat asyik dan berharga sekali, karena aku bisa banyak mendapatkan ilmu tentang Travel Photography dan travel blog. Dan yang paling istimewa aku bisa belajar banyak tentang kebudayaan Sunda. Sehingga aku bisa lebih tahu tentang aneka kebudayaan Sunda. Cukup itu dulu perjalanan Menilik Kebudayaan Sunda di Kampung Sindangbarang Kabupaten Bogor.





Komentar

Erina mengatakan…
Wih seru banget ya beb, mau dong jalan2 ke sana
Monda Siregar mengatakan…
nggak sia2 ya mas datang jauh2 untuk ikut workshop ini, dapat ilmu, dapat teman juga
sari widiarti mengatakan…
Setiap hari bisa berkunjung? Atau harus reservasi dulu? Hasil motretnya tajam, bagus ya kamera fuji
blogger parenting mengatakan…
Aa'Zain, kalo masuk ke sini budget nya berapa ya? Soalnya wisata beginian kan bisa dipergunakan sebagai kurikulum di sekolah pas ada acara belajar di luar ya..

Dengan begini anak-anak jadi tau dan kenal dekat dengan budaya asli Indonesia.
Ade UFi mengatakan…
7 jam tuh berangkat dr mana, Mas? Keren banget hasil jepretannya, Mas. Ga salah ya perjalanan panjang membuahkan hasil bagus dari workshop photography.
Didik mengatakan…
Aku suka banget tone warna Fujifilm ini. Smg ntar keluarin produk dgn harga sedikit miring ya, terutama lensanya. Hiks..
Nurul Dwi Larasati mengatakan…
Wong Semarang mainnya jauh banget ya sampai ke Bogor. Tapi seru kan jadi tahu banyak budaya di Indonesia, khususnya Bogor.
Ali Muakhir mengatakan…
Aduh, ini acara bikin mupeng banget. Padahal waktu itu mau ikutan, tapi bentrok sama acara keluarga. Padahal ini acara berfaidah banget ya
Khoirur Rohmah mengatakan…
Pengen deh bisa berjumpa dan mengikuti kelasnya Mbak Donna Imelda, hehheee..
Belajar Photography, Travel Blogging, sekaligus disuguhi sama kesenian yang ada di Sindangbarang ya mbak
Hasilnya cakep mbak, seneng pasti bisa ikutan event ini yahh huhuuu
nurul rahma mengatakan…
Aaakk, ini kok seruuuu bin mantab banget sik acaranyaaa
moga2 segera ada acara serupa di JaTim ah.
Pengin dapat ilmunyaaaa
--bukanbocahbiasa(dot)com--
Nurhilmiyah mengatakan…
Kampung Sindang Barang yaa namanya, Mas. Penting nih kegiatan spt ini. Agar kita semakin mengenal budaya bangsa sendiri. Apalagi buat generasi milenial sebaiknya dikenalkan sedari dini. Tfs yaa Mas Zain.
LinRaNa Mom mengatakan…
Leuit itu rada mirip sama rumah adat batak de...

Lihat adik-adik penari, jadi inget sama grup tari yang dulu pernah jadi salah satu peserta di salah satu lomba pencari bakat di TV.
Lupa nama grup tarinya.
Tapi mereka peserta dari Jawa Barat juga.
zarlinda mengatakan…
asikk tuh, bisa belajar kearifan lokal plus cobain kamera baru yang kece untuk capture moment-moment penting.
Gita Siwi mengatakan…
Seru ya perjalanan kayak gini. Itu mba Donna ya salah satu mentornya. Senang liat suasananya belajar motret langsung di alamnya ya hahahaha...
lendyagasshi mengatakan…
Lihat anak-anak pada ulin tuh...bahagiaaa banget yaa..
Apalagi main yang tradisional.
Berasa pengin balik ke zaman nakanak.

diane mengatakan…
wah seru banget nih main ke Sindangbarang.. banyak kearifan lokal yang masih terawat sampai sekarang
Suzannita mengatakan…
Aku juga suka nih kalau wisata budaya dan berkunjung ke kampung budaya ini biar bisa mempelajari budaya dan sejarah juga ya
Nia Nurdiansyah mengatakan…
Seru iih tempat dan juga aktivitas di sana...semoga taun depan ada lagi dan bisa daftar Plus berguru sama mastah2nya
Nuniek KR mengatakan…
Baru tau ada Parebut Seeng, seru ya sambil melatih ketangkasan gitu. Eh iya, seeng itu dandang, bukan tungku, tungku kan kompornya, hihi
bagus-bagus banget jepretannya, jadi ngiler pengen kameranya juga
Waaa seru banget yaaa tripnya. Seneng kalau bisa mendapatkan banyak liputan saat kita sedang bepergian ke suatu tempat dan diijinkan mengenal budanyanya. Jadi makin seru jalan2 bareng temennya.
Sapti nurul hidayati mengatakan…
Ini semacam desa wisata ya? Rumah-rumahnya dihuni atau tidak? Itu memang setip bagian rumah letaknya terpisah atau bagaimana? Seru ya, pertunjukan yang ditampilkan juga banyak...
Andi Telaumbanua mengatakan…
Lokasinya terlihat rapi dan asri ya. Apakah berbagai kegiatan itu selalu ada atau hanya saat ada kunjungan rombongan saja?

Memang buat kegiatan sambil jalan mengunjunhi deaa yang masih ada kegiatam kebudayaannya kayak dapat untung sua kali. Kegaitannya dapat, wisatanya juga dapat.
Hani mengatakan…
Seru ya ini. Dapat materinya, trs bisa praktek langsung foto2 kebudayaan yang ditampilin. Kapan ini ada lagi ka? Jd tertarik. Hehe.
Azzuralhi mengatakan…
Sungguh Indonesia itu sangat kaya akan adat budayanya ya. Satu daerah aja bisa punya beberapa kesenian. Salut sama adek-adek yang pentas. Sebagai generasi muda, mereka sudah berperan dalam pelestarian budayanya.
Bambang Irwanto mengatakan…
Saya juga sangat bangga jadi orang Indonesia, Mas. Seni budaya sangat beragam, dan membuat saya ingin menjelajah seluruh nusantara.
Dan.. ini acara keren sekali. Selain mengenal budaya, juga ada workshop photography dan menulis seputar travel. Saya mau sekali ikut acara ini. Apalagi Mbak Donna Imelda memang sudah melanglang buana ke seluruh pelosok nusantara.
jendelamamak mengatakan…
Kampungnya bagus, suasana Sunda nya terasa. Kesana harus rombongan bukan ya? Kayak field trip untuk anak2 sekolah gitu? Untuk fotografi banyak hal keren yg bisa dijepret juga disitu kayaknya.
Dian Restu Agustina mengatakan…
Seru banget nih perjalanan ke Kampung Budaya Sindangbarang, banyak mendapatkan ilmu tentang Travel Photography dan travel blog juga belajar banyak tentang kebudayaan Sunda. Ilmunya langsung diaplikasikan pula. Seneng pasti!
Erfano mengatakan…
Aku yang orang Bogor belum sempat ke Kampung Budaya Sindangbarang, padahal jaraknya enggak jauh jauh amat dari rumah. Seru banget ini kegiatannya, apalagi sambil foto foto...
Pringadi Abdi Surya mengatakan…
Seru banget kegiatannya di Kampung Budaya Sindangbarang. Tolong tambahin dong Mas rute ke sana gimana, biar nanti bisa motoran ke situ.
April Hamsa mengatakan…
Wah seru tuh workshopnya. Pas ada acara juga ya di sana jd bisa sambil motret2.
Pernah ke sana dulu tapi kyknya gak seramai skrng, jalanan menuju ke sana juga msh jelek dan gak banyak yg tau kampung ini. Ternyata skrng udah banyak yang tau bahkan lokasinya msh di deket pusat kota Bogor dan makin bagus jalannya kyknya. Moga kapan2 bisa ke sana lagi ma keluarga.
Desi Namora mengatakan…
Seru bgt itu workshopnya, lengkap bgt. Mulai dari melihat desa wisata, menikmati budayanya, hingga untuk belajar sesi fotografi nya. Baru tau ternyata itu gubrak itu nama gendang juga. kebayang serunya menonton pertunjukan budaya langsung
Qoty Intan Zulnida mengatakan…
Alhamdulillah, seru banget ya mbak, karena sekali jalan dua tiga pulau terlampaui. Sekali jalan, dapat ilmu, pengalaman dan wawasan yang banyak.... Belajar budaya, ilmu photography dan lainnya. Aih, semangat terus ya mbak
www.umidah.com mengatakan…
Sebagai orang keturunan Sunda tulen saya bangga loh akan budaya Jawa barat, dan bagi saya mempelajari budaya Sunda itu selalu menyenangkan.dan untuk belajar fotografi dengan objek budaya ga ada matinya, selalu ada objek yang menarik untuk di foto.
@blogger_eksis mengatakan…
Wah.. ini event dari ID Corner ya?

Aku sempat lihat flyernya di medsos. Pengen juga ikutan, tapi waktu itu bentrok dengan schedule lain.

Btw Kampung di Bogor ini bakal dibuat seperti Saung Angklung Mang Udjo di Bandung kah?
Jadi, bakal jadi tempat wisata edukasi adat dan budaya gitu..
Meilia Wuryantati mengatakan…
Walah aku udah Lama tinggal Di bogor, baru tahu ada kampung sindangbarang, bagus banget yah. Seni budaya nya juga.. Kapan2 pengen kesitu juga
Annisa mengatakan…
Wah pengen banget berkunjung kesini. Jadi jbget dulu sekolah di Bandung masih belajar kebudayaan sunda. Hehehe. Mudah mudahan tetep lestari ya kebudayaan asli Indonesia ini.
Belgie mengatakan…
Padahal dulu sering bgt ke Bogor tp ga tau tempat ini, bagus bgt ya, msh alami
Nyi Penengah Dewanti mengatakan…
Huwaaa aku kangen dolan mrene meneh
kapan2 nek ada rejeki ikutan Seren Taun ah sama Mas Hadi hahaahha
Farahdjafar mengatakan…
Ga blm pernah ke Sindangbarang ini ternyata kece yah budayanya
bundasugi.com mengatakan…
Seru yaa .. wisata ke kampung Sindabarang. Suasananya tenang serasa berada di jaman dulu

Postingan populer dari blog ini

Pesona Desa Wisata Malahayu dalam Ekowisata dan Edukasi

Aku sangat bersyukur lahir dan besar di Indonesia, karena Indonesia memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam, alam dan laut yang sangat indah, seni budaya yang sangat megah dan aneka kuliner yang siap memanjakan lidah.

Rasa syukur itu tak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga harus kita realisasikan. Dan wujud rasa syukur yang aku lakukan yaitu dengan menjelajahi negeri ini, melihat keindahan alam, menikmati kuliner tradisional, dan belajar tentang sejarah, seni dan budaya negeri ini. 



Perjalanan kali ini aku sangat tertarik untuk menjelajahi sebuah desa wisata di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes. Ini adalah pengalaman pertama ku menjelajahi Kabupaten Brebes, sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Pantura Jawa Tengah, yang selama ini hanya aku lewati ketika pergi ke Jakarta. 

Desa wisata yang akan aku jelajahi yaitu Desa Wisata Malahayu, sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang memesona dan kearifan alam yang bersahaja. Desa Wisata Ma…

3 Desa Wisata di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi

Traveling itu gak selalu harus ke pantai, gunung ataupun ke tempat yang mempunyai pemandangan yang indah. Sesekali kita juga perlu traveling ke tempat yang bisa menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya banyak sekali tempat yang keren dan instagramable yang dapat menambah wawasan dan pengalaman kita, seperti museum, cagar budaya, desa wisata dan masih banyak lagi.

Selasa lalu aku bersama teman-teman mendapat undangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan jalan-jalan sambil mengexplore UMKM Unggulan Kabupaten Klaten, sebenarnya banyak sekali sentra UMKM di Kabupaten Klaten ini, tetapi karena waktu yang lumayan singkat akhirnya kami hanya mengunjungi tiga sentra UMKM Unggulan Kabupaten Klaten.

Nah jika kalian berkunjung ke Kabupaten Klaten Jawa Tengah, kalian bisa mampir ke desa wisata  yang baru saja aku kunjungi kemarin, ini dia "3 Destinasi Wisata Edukasi di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi" :


1. Desa Wisata Melikan


Tempat yang pertama kami …

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …