Menilik Keindahan Lawang Sewu Kota Semarang

Kota Semarang memang terkenal akan keindahan kotanya, banyak gedung bersejarah yang menghiasi setiap sudut Kota Semarang, karena pada jaman dahulu Kota Semarang digunakan sebagai pusat perekonomian dan perdagangan pada jaman penjajahan Belanda. Sehingga Kota Semarang mendapat julukan “The Little Nedherland”.  

Saat ini bangunan-bangunan bersejarah di Kota Semarang semakin bersinar karena dirawat dengan baik, hal ini tidak lain bertujuan untuk memperindah kota, menjaga bangunan-bangunan heritage dan juga untuk mendatangkan para wisatawan supaya berlibur ke Kota Semarang sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Semarang.  

Jika kalian sudah lama tak berkunjung ke Kota Semarang, pasti kalian akan terkejut jika sekarang berkunjung ke Kota Semarang, karena Kota Semarang sekarang semakin cantik, bersih dan indah. Tak heran jika pada tahun 2020 Kota Semarang mendapatkan penghargaan sebagai kota wisata terbersih di Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 di Brunei Darussalam.

AKSES MENUJU KOTA SEMARANG

Stasiun Tawang Semarang


Destinasi pariwisata tak bisa terlepas dari unsur 3A yaitu Atraksi, Aksesbilitas, Amienitas. Karena 3 unsur ini merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kesuksesan sebuah destinasi wisata dan juga untuk meningkatkan kunjungan para wisatawan. Kota Semarang sudah mempunyai 3 hal tersebut sehingga Kota Semarang sangat cocok dijadikan destinasi wisata favorit kalian.


Dokumen pribadi tahun 2019

Saat ini untuk menuju ke Kota Semarang semakin mudah, karena Kota Semarang bisa dijangkau dengan menggunakan semua moda transportasi. Yang mana Kota Semarang mempunyai Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, Pelabuhan Tanjung Mas, Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang. Sehingga para wisatawan tak perlu khawatir jika ingin berkunjung ke Kota Semarang. 

Selain itu, jika kalian tidak ingin menggunakan kendaraan umum, kalian bisa menggunakan jalur Tol Trans Jawa yang mana menghubungkan dari Jakarta, Semarang Surabaya. Hal ini semakin mempermudah dan mempersingkat waktu jika ingin berlibur ke Kota Semarang.

Tinggal di Kota Semarang semakin membuatku betah karena semuanya serba mudah, kotanya sangat indah dan penduduknya sangat ramah. Dan inilah destinasi wisata favorit di Kota Semarang yang harus kalian kunjungi yaitu Lawang Sewu.

1.   SEJARAH LAWANG SEWU

Dokumen pribadi tahun 2019

Destinasi wisata favorit di Kota Semarang yang pertama yaitu Lawang Sewu. Sebuah bangunan tua peninggalan Kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh di jantung Kota Semarang. Gedung Lawang Sewu ini juga menjadi icon Kota Semarang. Nama Lawang Sewu ini berasal dari Bahasa Jawa yaitu Lawang yang berarti pintu dan Sewu yang berarti seribu. Karena saking banyaknya pintu yang terdapat di bangunan ini sehingga dinamakan Lawang Sewu, meskipun pintunya sangat banyak, namun ternyata jumlah nya tidak sampai seribu.

Dokumen pribadi tahun 2019

Lawang Sewu ini mulai dibangun pada tahun 1904 dan dikerjakan selama 3 tahun, setelah itu pada 1 Juli 1907 bangunan megah ini berdiri. Gedung Lawang Sewu ini awalnya dijadikan sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang merupakan perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia  Belanda. 

Setelah digunakan sebagai kantor pusat NIS, kemudian pada masa perjuangan kemerdekaan melawan Jepang, gedung dengan berwarna putih ini diperebutkan oleh Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang. Dan akhirnya banyak pejuang muda yang gugur pada saat pertempuran itu. Sehingga gedung Lawang Sewu dikuasai oleh tentara Jepang. Selama Lawang Sewu dikuasai Jepang, beberapa ruangan yang beralih fungsi, yang mana ruang bawah tanah dahulu digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan air untuk sistem pendingin gedung, kemudian oleh tentara Jepang digunakan sebagai penjara dan tempat pembantaian. 

Dalam perjalanan Lawang Sewu, bangunan bersejarah yang berada di samping Tugu Muda Semarang ini beberapa kali diperbaiki, dan pada tahun 2011 dilakukanlah pemugaran besar-besaran. Beberapa bagian gedung yang rusak diperbaiki sesuai dengan bentuk aslinya, dan dicat kembali agar warnanya kembali cerah. Akhirnya saat ini Lawang Sewu telah berubah menjadi lebih indah dan menawan.      

PESONA LAWANG SEWU

Dokumen pribadi tahun 2019

Berwisata di Lawang Sewu pastinya akan memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan, karena dari depan sudah terlihat megah, begitu kita memasuki gedung Lawang Sewu, kita akan disambut dengan pintu-pintu besar khas Kolonial Belanda yang jumlahnya sangat banyak, dan kita akan merasakan serunya berada di dalam lorong seribu pintu.

Komplek gedung Lawang Sewu ini terdiri dari beberapa gedung dan 3 lantai. Untuk lantai pertama saat ini digunakan sebagai ruangan yang menyimpan berbagai macam dokumentasi sejarah perkeretaapian dan sejarah Lawang Sewu. Sedangkan di lantai dua terdapat aula yang cukup besar yang dahulu biasanya digunakan sebagai ruang pertemuan atau ruang pesta. Dan lantai tiga dahulu digunakan sebagai tempat olahraga karyawan NIS, namun saat ini ditutup untuk umum. Salah satu keunikan dari gedung Lawang Sewu ini terdapat ornamen kaca patri yang sangat indah, yang mana ornamen kaca patri ini seperti yang terdapat  pada bangunan-bangunan di Benua Eropa. 

Keindahan Lawang Sewu memang tiada duanya, bangunan dengan arsitektur bergaya aristokrat Belanda ini selalu memukau siapa saja yang berkunjung ke Lawang Sewu. Dahulu Lawang Sewu memang cukup terkenal akan kesan angker, namun setelah dipugar, kini kesan angker itu telah hilang meskipun kita berkunjung pada malam hari. Lawang Sewu juga sering digunakan sebagai lokasi pemotretan pre wedding karena bangunannya yang unik dan aesthetic.     

Dokumen pribadi tahun 2019


Berkunjung ke Lawang Sewu ini kita tak hanya bisa sekedar berwisata sambil berswafoto saja, namun kita juga bisa belajar tentang sejarah perkeretaapian dan sejarah Indonesia pada jaman Kolonial Belanda. Untuk tiket masuk Lawang Sewu yaitu Rp. 10.000 sedangkan jam operasionalnya yaitu mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Dan saat ini Lawang Sewu dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia. 

Di depan gedung Lawang Sewu ini juga terdapat Lokomotif C 23 01, yang mana latar depan mejanya terbuat dari kayu. Lokomotif jenis C 23 ini merupakan lokomotif uap buatan pabrik Hartmann, Jerman. Lokomotif milik Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij ini sekarang sudah tidak berfungsi dan para wisatawan bisa berfoto-foto di lokomotif ini. 

Itulah keindahan bangunan bersejarah Lawang Sewu yang sangat memesona, jadi jika kalian ingin berlibur ke Kota Semarang, jangan lupa berkunjung ke Lawang Sewu karena bangunan ini sangat unik dan letaknya juga sangat strategis.

Foto by : Universitas Esa Unggul

Oh ya artikel ini sedang diikutkan dalam lomba blog Universitas Esa Unggul, buat kalian yang saat ini sedang mencari perguruan tinggi, kalian tak perlu khawatir karena kalian bisa banget mendaftar ke Universitas Esa Unggul karena Universitas Esa Unggul merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia yang mempunyai tenaga pendidik yang berkompeten, sarana dan prasarana yang lengkap sehingga bisa menciptakan mahasiswa yang cerdas dan berprestasi serta menciptakan mahasiswa yang memiliki Smart, Creative & Entrepreneurial.

#IniKotaku

#EsaUnggul




27 Komentar

  1. Aku baru sekali ke Lawang Sewu, memang keren banget sih arsitekturnya,serasa berada di Belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arsitektur Lawang Sewu emang kece banget, bangunannya juga masih sangat kokoh.

      Hapus
  2. Keren banget bangunannya, padahal sudah puluhan tahun tapi masih kokoh dan megah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangunan jaman dulu memang kokoh dan kuat,

      Hapus
  3. Gaya bercerita yang menarik dan lawang Sewu yang menawan. Foto fotonya juga keren. Lawang Sewu memang Indah dan Legend, beruntung Kota Semarang memiliki lawang Sewu sebagai destinasi Wisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, iya bangga banget bisa punya bangunan sekeren ini, semoga bisa berkunjung ke Semarang Pak Eko

      Hapus
  4. arsitektur gedung kuno itu selalu menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul banget, arsitekturnya keren2 sekali, cantik & menarik.

      Hapus
  5. Jadi kangen semarang, dulu pas kuliah sering main kesitu 😍 emang Lawang Sewu bikin kangen Semarang nya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lawang Sewu emang bikin siapa aja jadi kangen Semarang.

      Hapus
  6. Whoaaah udah sekeren ini, jalan-jalan ke semarang sudah pasti merasa nyaman ini mah yak :D ke Semarang saya baru sedikit sekali menjelajahi tempatnya, lawang sewu juga waktu itu bentaran doang. Kangen rasanya dan tiketnya juga terjangkau :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pandemi cepat berlalu ya kak, biar bisa jelajah Semarang lagi, dan pastinya mampir ke Lawang Sewu lagi.

      Hapus
  7. Apa kabar Semarang? Masih panas kah? Heheee. Pernah berkunjung ke Semarang bbrp tahun lalu. Liat foto diatas langsung ingat tuh gedung Lawang Sewu. Gak sah kesana klo blom futu2 tuh disitu, yg banyak jendelanya 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih tetap panas, tetapi sekarang kotanya semakin bersih dan cantik, semua sudut cocok untuk foto2

      Hapus
  8. Desember kemarin aku baru dari semarang sebenernya. Dan ngelewatin pastinya Lawang Sewu. Cakeep bgt memang yaa.

    Tapi aku ga masuk Krn rame mas. Wkt itu kan msh pandemi. Tapi sbnrnya yaa yg pengen aku datangin itu bagian bawah tanahnya :D. Dulu kan sebelum pandemi ada tur horor masuk ke bawah tanah Lawang Sewu. Sayangnya ditutup sejak pandemi ini. Semoga aja kalo pandemi usai, turnya juga diadain lagi. Aku pasti ikutan kalo serem2 gitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang banget ya gak mampir, tp demi keamanan jg sih soalnya lagi pandemi, duh aku malah takut kalo turun ke bawah tanahnya.

      Hapus
  9. Bangunan Lawang Sewu emang nggak pernah bosenin ya. Kalo diitung udah berkali-kali datang ke tempat ini, bagus banget arsitekturnya dan masih terawat dengan baik. Suka ke bagian lotengnya, hawanya mistis banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga udah beberapa kali datang juga gak bosen, apalagi klo lewat depannya tuh seneng banget, tapi aku belum pernah naik ke bagian loteng, agak takut sih.

      Hapus
  10. Mashaa Allah apike mas jadi pen dolan maring Semarang eee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kalau situasi sudah aman dan normal bisa ke Semarang ya mbak.

      Hapus
  11. Lawang sewu ini memang ikonik banget ya. Harus deh mampir ke sana kalo ke Semarang. Huhu aku ke sana udah lamaaaa banget. Zaman masih belom ada smartphone. Jadinya gak punya banyak foto2. Semoga pandemi lekas berlalu. Kepengen deh bisa ke Semarang dan mampir di Lawang sewu. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya klo ke Semarang harus banget ke Lawang Sewu. Sekarang semakin indah bgt loh kak.

      Hapus
  12. Ahh aku ga sempet mampir sini pas dulu ke Semarang. Cuman lihat dari luar aja. Dan memang megah yaaa. Nanti deh pas anak-anak udah gede, pasti meluangkan waktu buat berwisata di Semarang.

    BalasHapus
  13. Lawang Sewu ini sekarang saja masih terlihat megah ya, apalagi pada zamannya.

    BalasHapus
  14. Menarik ini buat belajar sejarah. Sayang belum pernah mampir di Semarang. Semoga suatu saat nanti ke Semarang dan mau kunjunhi Lawang Sewu ini.Penasaran soalnya.Btw, Universitas Esa Unggul cakep ya kampusnya.

    BalasHapus
  15. Semarang memang sangat terkenal dengan bangunan dan kotanya sendiri sudah aesthetic yaa..
    Kota yang penuh dengan nilai sejarah dan sangat dirindukan kalau aku sedang perjalanan pulkam ke Surabaya.

    Sukses selalu, kak.

    BalasHapus
  16. Kalau denger namanya bawaannya keinget yang horror horror. Padahal Lawang Sewu menyimpan keindahan yang oke banget ya kak. Kayaknya buat spot foto-foto juga bagus.

    BalasHapus