Langsung ke konten utama

Harapan Emas Desa Wisata Kalibagor Banyumas


Keseruan Melukis Payung Kalibagor

Setiap orang pasti mempunyai selera berwisata yang berbeda-beda, ada yang suka berwisata ke pantai, gunung, tempat bersejarah, desa wisata dan masih banyak lagi. Dan aku salah satu orang yang suka berkunjung ke desa wisata. Karena di desa wisata itu kita tak hanya mendapatkan keindahan alam ataupun keindahan bangunan saja, tetapi kita juga bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga dari warga setempat.

Karena di desa wisata kita bisa belajar tentang tradisi dan budaya, seperti belajar menari, belajar membuat kerajinan dan belajar tentang sejarah. Itulah mengapa, aku sangat suka berkunjung ke desa wisata. Dan kesempatan kali ini aku berkunjung ke Desa Wisata Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.


Ada apa saja di Desa Wisata Kalibagor? 

Desa Wisata Kalibagor

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu tentang Desa Wisata Kalibagor ini, apalagi bagi orang dari luar Kabupaten Banyumas seperti aku ini. Karena aku juga baru tahu Desa Wisata Kalibagor ini setelah ikut acara "Juguran Blogger 2019". Dan ternyata Desa Wisata Kalibagor ini menyimpan banyak potensi yang sangat luar biasa, yang tidak dimiliki oleh desa-desa lainnya. 

Di antara keistimewaan dan potensi Desa Wisata Kalibagor yaitu terdapat pabrik gula peninggalan Belanda yang berada di desa Kalibagor. Tak hanya itu saja, di desa Kalibagor ini juga terdapat beberapa pengrajin payung kertas yang sudah sangat legendaris. 

Ada Pabrik Gula

Pabrik Gula Kalibagor
Di desa Kalibagor ini terdapat bangunan peninggalan pemerintahan Belanda,  yaitu pabrik gula Kalibagor. Pabrik gula ini dibangun pada tahun 1839 dan dulunya pabrik gula ini termasuk yang terbesar di kawasan karesidenan Banyumas. Terakhir beroperasi pada tahun 1997 karena krisis moneter, dan sampai saat ini bangunan ini tidak digunakan sama sekali, dan menurut warga sekitar bangunan ini lumayan angker dan pernah dijadikan sebagai tempat uji nyali di stasiun televisi swasta.

Ada Lorong Blothong

Lorong Blothong

Dan yang paling unik di Desa Wisata Kalibagor ini ada bangunan peninggalan Belanda yang masih kokoh bertahan yaitu "Lorong Blothong". Jadi lorong blothong ini adalah terowongan atau lorong sungai bawah tanah yang dibangun oleh Pemerintahan Belanda pada tahun 1839. Yang mana lorong blothong ini dulunya berfungsi untuk membuang limbah pabrik atau blothong. Menurut warga Kalibagor, blothong itu artinya limbah pengolahan tebu dari pabrik gula yang terdiri dari belerang dan kapur (laru / pemutih gula). 

Dalam Lorong Blothong

Selain digunakan sebagai tempat membuang limbah tebu, lorong blothong ini juga digunakan sebagai tempat bersembunyi masyarakat pada jaman masa penjajahan Jepang.  Dan setelah lama bangunan ini terbengkalai hingga dipenuhi semak belukar, akhirnya pada tahun 2019 masyarakat Desa Wisata Kalibagor mempunyai inisiatif untuk menggali dan membersihkan cagar budaya Lorong Blothong dan dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas sebagai salah satu bentuk sejarah bangsa. 

Lorong Blothong ini buka mulai pukul 08.00 - 17.00 wib. Lorong Blothong ini panjangnya 80 meter, lebarnya 2 meter dan tingginya 1,5 meter. Dan untuk masuk kesini kalian cukup membayar tiket masuk seharga Rp. 5.000 dan kalian akan mendapatkan fasilitas helm yang unik karena terbuat dari bola plastik dan juga sandal jepit bagi pengunjung yang takut sepatu atau sandalnya basah. Karena di dalam Lorong Blothong ini masih ada air yang mengalir. 

Ada Kerajinan Payung Kertas 

Payung Kertas Kalibagor 
Dan salah satu potensi yang ada di Desa Wisata Kalibagor yaitu ada kerjain payung kertas yang sudah cukup lama. Perkembangan payung kertas Kalibagor sudah dikenal sejak tahun 1940. Dan ketrampilan ini diwariskan secara turun temurun hingga mencapai puncak popularitas pada tahun 1970-an. Tetapi seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sampai saat ini hanya masih tersisa beberapa pengrajin payung kertas Kalibagor. Dan kita juga masih bisa menjumpai industri rumahan payung kertas di Dusun Grumbul Asinan Desa Kalibagor. 
Payung Kertas Kalibagor 

Payung kertas Kalibagor ini unik sekali, karena pembuatannya masih menggunakan alat tradisional dan bahan bakunya juga dari bambu untuk pehanganya dan kertas bekas semen sebagai pengganti kainnya. Selain memptoduksi payung kertas, para pengrajin juga mulai berinovasi membuat payung tari, dan payung untuk hiasan di hotel yang terbuat dari kain batik atau rajut. Dan ukurannya juga beragam, mulai diameter 28, 60 hingga yang paling besar berdiameter 80.  

Belajar Melukis Payung Kalibagor.

Nah di Desa Wisata Kalibagor ini kita bisa melihat proses produksi payung kertas, dan kita juga bisa belajar melukis payung kertas. Cocok banget buat kalian yang suka dengan kerajinan tradisional. Kebetulan aku dan seluruh peserta “Juguran Blogger 2019” mendapatkan kesempatan untuk belajar melukis payung kertas.

Dan ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan karena baru pertama kali ini aku melukis menggunakan media payung, karena biasanya hanya menggunakan kain kanvas. Awalnya bingung mau melukis apa? Eh tiba-tiba langsung saja bikin motif batik, dan ternyata hasilnya juga lumayan bagus. Dan untuk belajar melukis payung Kalibagor ini para pengunjung cukup membayar Rp. 40.000 sudah disiapkan payung, cat dan kuas. Dan hasilnya bisa dibawa pulang untuk kenang- kenangan. i 60 Motif Batik Tulis Salem Brebes 
Ada Lukisan Mural di Tembok Rumah Warga


Lukisan Mural di Desa Wisata Kalibagor
Dan untuk lebih menarik para wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Kalibagor, masyarakat desa Kalibagor pun berinisiatif mempercantik rumahnya dengan dicat warna-warna dan juga dilukis, sehingga bisa membuat para wisatawan betah karena banyak spot foto yang menarik yang bisa digunakan untuk berfoto-foto. 

Dengan semangat, kerja keras dan gotong royong masyarakat Kalibagor menjadikan Kalibagor sebagai desa wisata, masyarakat berharap Desa Wisata Kalibagor bisa menjadi desa kreatif yang mandiri, dan banyak wisatawan yang datang sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa Kalibagor dan Desa Wisata Kalibagor bisa makmur dan sejahtera. 

Komentar

Gioveny mengatakan…
Banyumas ternyata ada desa wisata dan pabrik gula juga ya. Aku pernahnya ke Banyuwangi, kalo ke Banyumas belum. Menarik banget melukis di payung kertas.
bundasugi.com mengatakan…
Banyumas Keren ya ... mulai punya destinasi yang bisa mendatangkan wisatawan. Jadi pingin ke sana saya ... penasaran sama cara pembuatan payung kertasnya. Ngebayangin anak-anak pasti suka disuruh menghias payungnya
Yanti Ani mengatakan…
Wah cocok namanya disebut Desa Wisata, ternyata banyak tempat-tempat bersejarah ya.
Taumy Alif Firman mengatakan…
Banyumas lengkap juga ya tempat wisatanya. Sejarahnya dapat, ilmunya dapat. Apalagi kerajinan payung yang dari tahun 1940. Itu keren
Ajeng Pujianti Lestari mengatakan…
Banyumas ini tempat kecamatan purwokerto beada kan ya? Saya pernah mampir tiga hari di sana. Seru banget pokoknya, kotanya kecil tapinrapih dan bersih. Kabupaten banyumas termasuk yang maju ya
Pringadi mengatakan…
Wah kampungku di tambak lho. Kalau ke sana lagi kayaknya harus mampir ke kampung ini deh. Seru ambil foto d sini
Ichun mengatakan…
Wah seru yaa... jadi pengen belusukan di Purwokerto nih ;)
April Hamsa mengatakan…
Sekarang desa2 kalau dikelola dan ditata dengan baik bisa jadi desa wisata ya, berpotensi juga pastinya meningkatkan pendapatan warga sana.
Belum pernah ke sana sih,tapi jadi tahu kalau ke sana ada beberapa jujugan, AKu penasaran dalamnya pabrik gula. Eman2 ya kalau dalamnya cuma dijadikan "rumah setan" hehe. Mungkin kalau di dalamnya direnov dan dibikin kyk museum lbh menarik :D
Desy Yusnita mengatakan…
Banyak lorong bawah tanah dimana-mana ya, ga hanya di Banyumas demi untuk berlindung dari penjajah. Saya baru tau kalo payung kertas itu ciri khasnya Banyumas juga....seru banget pasti deh.
@blogger_eksis mengatakan…
Konsep desa wisata memang unik ya. Ternyata di Banyumas juga ada. Btw kalo di desa ini bisa live in juga gak??
Ida Raihan mengatakan…
Masya Allah, payungnya vantik cantik bangetts. Semoga tercapai ya harapan harapan warga setempat.
malesmandidotcom mengatakan…
mudah-mudahan pariwisata di Kali Bagor setelah ini jadi makin berkembang setelah didatengin blogger hits si klimis ya :D

Postingan populer dari blog ini

Pesona Desa Wisata Malahayu dalam Ekowisata dan Edukasi

Aku sangat bersyukur lahir dan besar di Indonesia, karena Indonesia memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam, alam dan laut yang sangat indah, seni budaya yang sangat megah dan aneka kuliner yang siap memanjakan lidah.

Rasa syukur itu tak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga harus kita realisasikan. Dan wujud rasa syukur yang aku lakukan yaitu dengan menjelajahi negeri ini, melihat keindahan alam, menikmati kuliner tradisional, dan belajar tentang sejarah, seni dan budaya negeri ini. 



Perjalanan kali ini aku sangat tertarik untuk menjelajahi sebuah desa wisata di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes. Ini adalah pengalaman pertama ku menjelajahi Kabupaten Brebes, sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Pantura Jawa Tengah, yang selama ini hanya aku lewati ketika pergi ke Jakarta. 

Desa wisata yang akan aku jelajahi yaitu Desa Wisata Malahayu, sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang memesona dan kearifan alam yang bersahaja. Desa Wisata Ma…

Kemeriahan Acara Kadeso Di Desa Wisata Lerep Ungaran

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya saja, tetapi Indonesia juga kaya akan tradisi, seni dan budayanya. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia yaitu Tradisi Kadeso (Sedekah Deso) atau Sedekah Desa, tepatnya di Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, masyarakatnya masih tetap memegang teguh tradisi Kadeso yang sudah ada sejak dahulu kala.



Sejarah Kadeso

Tradisi Kadeso ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan menurut Kepala Desa Lerep yaitu Bapak Sumaryadi dahulu waktu beliau masih kecil sekitar tahun 1973 acara Kadeso ini sudah ada. Acara Kadeso ini diadakan setiap hari Rabu kliwon setelah panen, akan tetapi semakin berkembangnya jaman, masyarakat Desa Wisata Lerep banyak yang berpindah profesi yang dulunya mayoritas berprofesi senagse petani, sekarang banyak yang berpindah profesi menjadi karyawan, pegawai dan wirausaha.


Jadi hari Rabu kliwon setelah panen tidak bisa menjadi patokan lagi, sehing…

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …