Menjelajah Kota Semarang yang Indah di Era Milenial Semakin Mudah



Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, kini semua kegiatan bisa kita lakukan dengan semakin mudah.  Salah satunya kegiatan berwisata. 




STASIUN TAWANG SEMARANG

Akhirnya sampai Semarang

Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, akhirnya kereta yang aku naiki sampai di stasiun terbesar di Kota Semarang yaitu Stasiun Tawang. Yang mana stasiun ini termasuk stasiun yang kaya akan sejarah dan arsitekturnya juga sangat indah. 

Stasiun Tawang Dok. Pribadi 

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.40. Aku pun bergegas untuk menjelajahi destinasi wisata yang ada di Kota Semarang. Saat ini kalian tak perlu pusing lagi mencari informasi tentang destinasi wisata yang ada di Kota Semarang, karena kalian bisa mencari referensi destinasi wisata lewat website, ataupun sosial media seperti instagram, facebook dan twitter. 

KELILING SEMARANG MENGGUNAKAN OJEK ONLINE





SAMPOKONG


Dan destinasi wisata yang pertama aku kunjungi yaitu KLENTENG SAM POO KONG. Disini kalian tak perlu khawatir antri membeli tiket masuk, karena disini sudah bisa membeli tiket masuk secara online atau menggunakan aplikasi Traveloka, jadi semakin mudah. 

Tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, karena temoat ini merupakan sebuah petilasan yang mana dahulu digunakan sebagai tempat persinggahan seorang Laksamana dari Tiongkok yang bernana Zheng He atau biasa disebut Laksamana Cheng Ho. 



Klenteng Sam Poo Kong ini sangat indah dan megah, tempat ini juga terdiri dari berbagai bangunan seperti Klenteng besar Sam Poo Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan kepada kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan Mbah Kyai Tumpeng. 





LAWANG SEWU 





Lawang Sewu dirancang dan dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda. Setelah melewati masa pembangunan selama 3 tahun, tepat pada 1 Juli 1907 Lawang Sewu akhirnya berdiri.
Semula, bangunan bercat putih ini difungsikan sebagai kantor pusat Perusahaan Kereta Api Swasta. Para meneer Belanda menyebutnya dengan NIS, singkatan dari Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij. Sejarah panjang kereta api Indonesia pun bermula dari sini.




Nama Lawang Sewu sendiri berasal dari lidah penduduk lokal. Dalam bahasa Jawa, lawang sewu bermakna seribu pintu. Sebutan ini tercetus lantaran banyak sekali pintu yang menghiasi bilik dan lorong bangunan Lawang Sewu. Kendatipun demikian, sebenarnya jumlah pintu di Lawang Sewu hanya ada 342 saja.
Pada masa perjuangan kemerdekaan melawan Jepang, nama Lawang Sewu kembali mencuat ke permukaan. Pasalnya, bangunan tersebut direbutkan oleh Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Jepang. Belasan pejuang muda gugur pada pertempuran kala itu.
Dalam perkembangannya, bangunan bersejarah yang terletak di persimpangan jalan Pandanaran dan Pemuda ini mengalami beberapa kali perbaikan. Namun demikian, pemugaran besar-besaran terjadi pada 2011. Bagian gedung yang rusak dan hancur mendapat sentuhan renovasi. Dinding dan pilar yang kusam dicat kembali. Alhasil, kini Lawang Sewu kembali tampak gagah dan indah berseri.





Bagi para penggemar fotografi, Lawang Sewu merupakan salah satu landmark di kota Semarang yang wajib disinggahi. Keindahan arsitektur begaya aristokrat Belanda memang menjadi daya tarik yang tidak dimiliki objek wisata lain. Karena itu pula, tidak jarang Lawang Sewu digunakan sebagai lokasi foto pranikah.
Sejujurnya, kesan angker bangunan yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia ini sudah sirna. Meskipun berkunjung pada malam hari, ia tampak indah dan mewah. Kini, Lawang Sewu memang seperti terlahir kembali setelah memenangi perjuangannya melawan waktu.







TAHU GIMBAL KULINER KHAS SEMARANG

Tahu Gimbal Pak To

Setelah capek menjelajahi Klenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu, perut ini sepertinya sudah tak lagi bersahabat, dan memberikan sinyal untuk diberi asupan tenaga. Dan akhirnya aku putuskan untuk makan siang agar perjalanan selanjutnya bisa lebih bersemangat.


Berbicara soal kuliner, Kota Semarang adalah surganya bagi para pecinta kuliner, karena di Kota Semarang banyak sekali kuliner tradisional yang enak dan legendaris, dan Kota Semarang juga termasuk " 5 Destinasi Wisata Kuliner Nusantara " Jadi tidak perlu diragukan lagi kalau kuliner di Kota Semarang sangat beraneka ragam dan lezat. 




Salah satu kuliner khas Kota Semarang yang harus kalian coba yaitu Tahu Gimbal. Kuliner yang satu ini hampir ada di setiap sudut Kota Semarang, biasanya di warung-warung pinggir jalan. Salah satu tahu gimbal yang paling legendaris yaitu Tahu Gimbal Pak To, karena sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Dan saat ini Tahu Gimbal Pak To dijalankan oleh generasi kedua, meskipun dikelola oleh generasi kedua tetapi cita rasanya masih sama seperti yang dulu.


Tahu Gimbal Pak To ini bisa kalian jumpai di depan Masjid Agung Baiturrahman atau sebelah barat Simpang Lima. Tahu Gimbal Pak To ini buka mulai pukul 15.00 wib – 24.00 
wib. Meskipun Tahu Gimbal Pak To hampir sama dengan tahu gimbal di seluruh Kota Semarang, tetapi Tahu Gimbal Pak To ini sangat lezat, karena udang yang yang dipakai untuk membuat gimbal adalah udang pilihan.


Jadi perpaduan potongan gimbal udang yang renyah, potongan lontong yang 
kenyal, potongan tahu yang gurih, potongan kubis yang segar ditambah telur, lalu disiram dengan sambal kacang yang kental dan ditaburi bawang goreng yang renyah membuat Tahu Gimbal Pak To ini menjadi juaranya Tahu Gimbal di Kota Semarang. Dan untuk satu porsi Tahu Gimbal Pak Edi ini hanya Rp.20.000. Porsinya juga banyak, jadi sekali makan dijamin kenyang dan ketagihan. 


WAJAH BARU KOTA LAMA SEMARANG






0 Komentar