Langsung ke konten utama

Semarak Festival Cheng Ho 2019



Kota Semarang, Kota indah yang menyimpan banyak keunikan. Salah satu keunikannya yaitu masyarakatnya yang beraneka ragam, yang mana terdiri dari tiga etnis utama. Yaitu Etnis Jawa, Etnis Arab, dan Etnis Tionghoa. Mereka hidup harmonis berdampingan hingga saat ini dan menciptakan sebuah akulturasi budaya yang menjadikan ciri khas Kota Semarang, kota indah yang menjunjung tinggi toleransi antar suku dan umat beragama.                             
Patung Laksamana Cheng Ho

Kota Semarang tak hanya beraneka ragam masyarakatnya, tetapi juga mempunyai banyak destinasi wisata yang siap memanjakan wisatawan baik domestik ataupun mancanegara. Salah satu destinasi wisata di Kota Semarang yang sangat memesona yaitu Klenteng Agung Sampookong. Klenteng yang terletak di daerah Simongan ini merupakan petilasan dari seorang Laksamana muslim dari Tiongkok yaitu Laksamana Cheng Ho.

Meskipun beragama muslim tetapi Laksamana Cheng Ho selalu mengormati warga Tionghoa dan juga selalu mengutamakan persaudaraan dan perdamaian kepada semua orang.  Sehingga Laksamana Cheng Ho ini mendapatkan kehormatan dari kalangan masyarakat Tionghoa, dan di dalam Klenteng Sam Poo Kong pun terdapat patung raksasa Laksamana Cheng Ho sebagai wujud rasa terima kasih masyarakat Tionghoa kepada Laksamana Cheng Ho.

Tempat Beribadah Warga Tionghoa

Klenteng Sam Poo Kong ini tak hanya untuk beribadah umat Tionghoa, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang sangat menarik bagi seluruh masyarakat. Karena semua desain interior dan exterior Klenteng Sam Poo Kong ini sangat keren seperti bangunan-bangunan yang ada di Tiongkok. Sehingga jika datang ke Klenteng Sam Poo Kong ini serasa berapa di negara tirai bambu.

FESTIVAL CHENG HO 2019



Festival Cheng Ho ini diadakan setiap satu tahun sekali untuk memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho di Kota Semarang. Yang mana Laksamana Cheng Ho ini adalah utusan khusus Kaisar. Dan 5 dari 7 ekspedisi laut bersejarah ini berkunjung ke Indonesia dalam rentan waktu antara tahun 1405-1433. Meskipun Laksamana Cheng Ho sendiri kembali ke Tiongkok, tetapi banyak perwira dari armadanya memutuskan untuk  berasimilasi dengan penduduk setempat, dan akhirnya menciptakan akulturasi budaya Cina dan Indonesia di pantai utara pulau Jawa ini yang mana masih bisa kita lihat sampai saat ini. 

Dan pada tahun ini acara Festival Cheng Ho memperingati 614 tahun Laksamana Cheng Ho datang ke Kota Lumpia. Dan rangkaian acara Festival Cheng Ho diantaranya kirab budaya dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong. Selanjutnya atraksi kesenian & budaya, Festival kuliner, pesta kembang api dan pertunjukan musik dengan bintang tamu artis nasional yaitu Fitri Carlina. 

ATRAKSI KESENIAN TIONGHOA DAN KESENIAN TRADISIONAL INDONESIA



Salah satu rangkaian acara Festival Cheng Ho 2019 ini adalah pertunjukan kesenian. Dan di acara ini ada banyak sekali penampilan pertunjukan tradisional yang ikut memeriahkan Festival Cheng Ho ini, mulai penampilan tari dari anak-anak TK dan SD, Tari tradisional Tiongkok, Barongsai, Drum blek dan masih banyak lagi pertunjukan yang siap menghibur para pengunjung selama Festival Cheng Ho 2019. 


Meskipun sempat gerimis tetapi tidak menyurutkan semangat para pengunjung untuk menyaksikan acara "Festival Cheng Ho" sampai selesai. Dan acara ini memang sangat menghibur sekali karena tak hanya penampilan barongsai dan tari khas Tiongkok saja, tetapi aneka kesenian tradisional Indonesia juga turut memeriahkan acara "Festival Cheng Ho". Seperti kesenian Reog Ponorogo,  Barongan dan Jaran Kepang. Inilah salah satu keunikan Festival Cheng Ho, yang mana semua suku dan budaya berkumpul menjadi satu menampilkan kesenian masing-masing tanpa memandang perbedaan.. 


Dan malam semakin larut, tetapi para pengunjung masih bersabar untuk menyaksikan bintang tamu acara Festival Cheng Ho 2019 yaitu Fitri Carlina. Penyanyi dangdut yang sudah mengeluarkan album dan lagu-lagunya juga sudah sangat terkenal, diantaranya lagu ABG TUA. Penampilan Fitri Carlina membuat acara semakin meriah, suara merdu dan iringan musik yang syahdu membius para pengunjung dan membuat semuanya ikut bergoyang. Dan acara malam hari diakhiri dengan pesta kembang api yang sangat spektakuler.

FESTIVAL KULINER


Di Festival Cheng Ho ini tak hanya menampilkan aneka pertunjukan kesenian saja tetapi di sini juga menyediakan berbagai macam kuliner, baik itu kuliner tradisional ataupun kuliner modern. Kurang lebih ada 30 stand kuliner yang memeriahkan Festival Cheng Ho ini, diantaranya lunpia, tahu gimbal, bakso, siomay, pempek, sate lontong dan masih banyak lagi kuliner - kuliner yang siap memanjakan lidah para pengunjung di Festival Cheng Ho ini.

KIRAB BUDAYA


Dan puncak acara Festival Cheng Ho 2019 ini adalah kirab budaya. Yang mana kirab dimulai pukul 05.00 dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sama Poo Kong. Dan kirab budaya ini sangat semarak karena dalam kirab budaya ini diikuti oleh ribuan orang yang berjalan kaki sejauh kurang lebih 6 km dengan membawa patung Laksamana Cheng Ho. Kirab budaya ini menceritakan seperti dahulu perjalanan Laksamana Cheng Ho beserta armadanya saat mereka mencapai Kota Semarang.


Ciri khas dari kirab budaya di "Festival Cheng Ho" yaitu adanya Bhe Kun. Bhe artinya Kuda dan Kun adalah pasukan. Dan mereka melaksanakan nadzar dengan mengawal Kuda Sampo. Setelah cita-cita mereka terkabul melalui doa di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang. Kaum Bhe-kun mengawal Kuda Sampo diarak-arakan yang berjalan bolak-balik dari Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok menuju ke Klenteng Sam Poo Kong di daerah Simongan, Semarang-Barat, sejauh 8 Km. Kuda Sampo lepas liar ke sana ke mari, dikejar pontang-panting para Bhe-kun tersebut, merupakan momen paling seru dan menarik.
Kesinan Tari Warak Ngendok

Setelah kirab budaya selesai, acara pentas kesenian pun dilanjutkan dengan menampilkan berbagai macam kesenian seperi Barongsai, Tari Tradisional Tiongkok, Angklung, Drum Blek, Tari Warak Ngendok yang mana menjadi ciri khas Kota Semarang dan masih banyak lagi. Meskipun cuaca lumayan terik tetapi tidak menyurutkan semangat para pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Cheng Ho 2019.

Bersama Tman-teman Generasi Pesona Indonesia

Dan itulah kemeriahan Festival Cheng Ho 2019. Acara ini sangat menarik sekali karena dari festival ini kita bisa lebih tahu bahwa perbedaan itu indah, kita juga bisa lebih menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Dan inilah anugerah yang dimiliki Indonesia yang harus kita jaga. Meskipun berbeda-beda tetap satu jua. Sampai jumpa di Festival Cheng Ho tahun depan.

Komentar

Tira Soekardi mengatakan…
kebayang kemeriahannya , kalau aku di sana bakal gembira dan antusias

Postingan populer dari blog ini

Pesona Desa Wisata Malahayu dalam Ekowisata dan Edukasi

Aku sangat bersyukur lahir dan besar di Indonesia, karena Indonesia memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam, alam dan laut yang sangat indah, seni budaya yang sangat megah dan aneka kuliner yang siap memanjakan lidah.

Rasa syukur itu tak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga harus kita realisasikan. Dan wujud rasa syukur yang aku lakukan yaitu dengan menjelajahi negeri ini, melihat keindahan alam, menikmati kuliner tradisional, dan belajar tentang sejarah, seni dan budaya negeri ini. 



Perjalanan kali ini aku sangat tertarik untuk menjelajahi sebuah desa wisata di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes. Ini adalah pengalaman pertama ku menjelajahi Kabupaten Brebes, sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Pantura Jawa Tengah, yang selama ini hanya aku lewati ketika pergi ke Jakarta. 

Desa wisata yang akan aku jelajahi yaitu Desa Wisata Malahayu, sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang memesona dan kearifan alam yang bersahaja. Desa Wisata Ma…

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …

3 Desa Wisata di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi

Traveling itu gak selalu harus ke pantai, gunung ataupun ke tempat yang mempunyai pemandangan yang indah. Sesekali kita juga perlu traveling ke tempat yang bisa menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Sejatinya banyak sekali tempat yang keren dan instagramable yang dapat menambah wawasan dan pengalaman kita, seperti museum, cagar budaya, desa wisata dan masih banyak lagi.

Selasa lalu aku bersama teman-teman mendapat undangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan jalan-jalan sambil mengexplore UMKM Unggulan Kabupaten Klaten, sebenarnya banyak sekali sentra UMKM di Kabupaten Klaten ini, tetapi karena waktu yang lumayan singkat akhirnya kami hanya mengunjungi tiga sentra UMKM Unggulan Kabupaten Klaten.

Nah jika kalian berkunjung ke Kabupaten Klaten Jawa Tengah, kalian bisa mampir ke desa wisata  yang baru saja aku kunjungi kemarin, ini dia "3 Destinasi Wisata Edukasi di Klaten yang Harus Kalian Kunjungi" :


1. Desa Wisata Melikan


Tempat yang pertama kami …