Langsung ke konten utama

Snorkeling Anti Mainstream Di Umbul Ponggok Klaten


Snorkeling di Umbul Ponggok

Pagi itu aku bergegas berangkat menuju ke Kabupaten Klaten untuk menghadiri acara explore UMKM Unggulan Kabupaten Klaten. Sebenarnya aku sudah beberapa kali lewat Klaten bahkan juga sudah pernah berkunjung ke salah satu tempat wisata religi di daerah Bayat Klaten

Tetapi kali ini agak berbeda dari sebelumnya, karena aku berangkat sendiri dari rumah, sebenarnya ada sahabatku yang juga ikut acara ini dan mau berangkat bareng, tetapi karena dia masih gak enak badan, akhirnya dia berangkat agak siang. Awalnya aku ingin lewat Jogja karena sepertinya lebih dekat, ternyata salah Mas Ipunk merekomendasikan untuk lewat Boyolali karena lebih dekat dan gak macet.

Ternyata benar kata Mas Ipunk, lewat Boyolali lebih cepat dan gak macet, bermodalkan nekat dan sesekali buka GPS, akhirnya aku sampai Klaten, dan di tengah perjalanan aku melihat petunjuk arah menuju ke "UMBUL PONGGOK". Dalam hati kecilku berkata (setelah selesai acara aku harus mampir kesana).

Akhirnya aku sampai di lokasi kegiatan yaitu di Jomboran, Klaten. Setelah itu acara explore UMKM Klaten dimulai pada hari Senin 29 Oktober 2018, ada 3 lokasi yang harus dikunjungi rombongan kami yaitu Desa Wisata Melikan (Sentra Gerabah), Desa Jarum (Sentra Batik Bayat) dan yang terakhir Desa Wisata Tlingsing (Sentra Lurik Klaten). Dan pada hari Selasa 30 Oktober 2018, acara explore UMKM yang diadakan Pemerintah Kabupaten Klaten telah usai, rombongan kamipun harus pulang ke Kota masing-masing, dan Mas Ipunk pun pulang duluan karena ada acara.

Seperti kata hati kecilku tadi aku harus mampir ke Umbul Ponggok, ya karena waktu juga masih siang, kebetulan aku juga belum pernah ke Umbul yang lagi hits ini. Akhirnya aku menuju ke Umbul Ponggok dengan optimis meskipun beberapa kali harus menggunakan GPS, dan GPS kali ini manual yaitu GPS (Gunakan Penduduk Sekitar).

LOKASI 


Umbul Ponggok Tampak Dari Jalan Raya

Akhirnya sampai juga di Umbul Ponggok, Umbul (kolam renabg alami) yang berada di Dusun Jeblogan Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Umbul ini ternyata letaknya di pinggir jalan raya Delanggu-Polanharjo, sehingga sangat mudah sekali untuk dicari dan dijangkau. Siapa sangka Umbul yang dulunya hanya cuma dipakai warga sekitar untuk mandi dan kebutuhan air minum, saat ini sudah menjelma menjadi sebuah destinasi wisata yang terkenal sampai ke pelosok negeri, bahkan banyak juga wisatawan mancanegara yang datang kesini.

SEJARAH




Umbul Ponggok ini ternyata sudah ada sejak zaman nenek moyang dulu, bahkan di saat Belanda menjajah Indonesia, Umbul Ponggok ini sudah ada. Menurut warga sekitar, awal mula Umbul Ponggok ini konon, Jaman nenek moyang kita sumber air Umbul Ponggok muncul dengan sendirinya, air yang keluar digunakan untuk mandi kebutuhan sehari-hari & buat kesuburan lahan pertanian.

Namun, Semakin lama sumber air yang muncul semakin melimpah, kekhawatiran penduduk pun terjadi. Karena jika di biarkan kolam itu akan penuh dan menjadi telaga besar dan bisa menenggelamkan pemukiman warga. Akhirnya, para penduduk sepakat untuk melakukan doa bersama meminta kepada yang Kuasa agar tidak terjadi hal buruk sambil mengadakan pagelaran Ledhek diiringi alat musik gamelan.

Sesaat pagelaran Ledhek akan di mulai, keanehan terjadi hingga membuat semua warga yang berkumpul heran. Keanehan itu adalah seluruh alat gamelan yang akan dimainkan secara tiba-tiba lenyap seolah-olah di telan bumi. Tiba-tiba ada se-ekor burung, pada zaman dahulu bernama burung Pungguk menghampiri warga. Burung itu sangat besar dan hinggap disebuah pohon gayam (Plogrok) yang letaknya berdekatan dengan Umbul. Seolah memberi isyarat kepada warga, burung itu seolah ingin menunjukkan sesuatu.

Ternyata benar, burung itu menunjukkan keberadaan salah satu alat gamelan GONG yang hilang berada di dasar Umbul dan menyumbat sebagian sumber mata air yang keluar. Sedangkan untuk alat gamelan lainnya hilang tanpa diketahui. Akhirnya pagelaran batal di laksanakan, namun meski demikian do'a dari nenek moyang kita terkabul, agar sumber air yang muncul cukup dan tidak berlebih untuk kebutuhan anak cucu mereka.
Untuk mengingat peristiwa, akhirnya desa itu dinamakanlah Desa Ponggok, diambil dari nama burung besar yang disebut Pungguk tadi. (Sumber cerita : Klaten IDN)

TIKET MASUK



Untuk masuk ke Wisata air Umbul Ponggok ini kalian hanya cukup membayar Rp.15.000 untuk satu orang, lalu mendapatkan satu tiket masuk dan snack pangsit nila (hasil UKM warga Ponggok). Dan setelah masuk kalian bebas renang sepuasnya. Umbul Ponggok ini panjangnya 100 meter dan lebarnya 50 meter. Menurutku kolam ini sangat istimewa sekali karena airnya jernih banget dan segar alami. Sebelum berenang aku keliling dulu di sekitar kolam karena masih penasaran ada apa saja sih di Umbul Ponggok ini sehingga bisa viral dan sering masuk TV.

FASILITAS



Setelah puas keliling, aku siap-siap ganti baju untuk renang, meskipun aslinya gak bawa baju renang karena dari rumah gak ada niatan untuk kesini. Kedalaman Umbul Ponggok ini antara 1,5 meter hingga 2,6 meter, lumayan dalam sih. Tapi tenang saja jangan khawatir karena ada persewaan pelampung, cukup Rp.7000 kalian bisa sewa pelampung sehingga tak khawatir tenggelam.

Dan untuk anak-anak juga sudah disediakan kolam khusus anak-anak supaya aman saat bermain. Kolam anak-anak ini berada di sebelah utara kolam besar, panjangnya sekitar 6 meter dan lebarnya 3 meter. Nah ternyata air di Umbul Ponggok ini segar banget dan lumayan dingin, maklumlah ini kan air dari sumberan asli jadi ya seger banget. Dan didalam area Umbul Ponggok ini ada pedagang makanan, minuman, celana dan pelampung untuk anak-anak juga, jadi tak perlu khawatir lagi.

Piknik ke Umbul Ponggok tak lengkap rasanya jika tidak berfoto-foto underwater, karena memang yang menjadi daya tarik disini yaitu foto underwater bersama ikan-ikan nila yang besar dan memakai properti seperti sepeda, sepeda motor, meja, tv, laptop dan ayunan. Tapi untuk berfoto-foto underwater kalian harus menyewa camera underwater & sekaligus fotografernya seharga Rp.60.000 per 30 menit dan maksimal bisa digunakan untuk 4 orang. Selain itu untuk foto memakai properti kalian juga harus menyewanya, untuk sepeda, laptop & meja kursi Rp.20.000. Untuk ayunan, love case dan motor biasa Rp.50.000.
Dan untuk properti motor Mio ,Xride dan Nmax cukup Rp.100.000. Dan untuk jetski Rp.150.000.

SNORKELING 


Snorkeling Di Air Tawar 

Keistimewaan Umbul Ponggok ini yaitu kita bisa snorkeling dengan tenang, karena disini gak ada ombaknya, tak seperti snorkeling di laut yang selalu ada ombak kecil hingga besar. Jadi snorkeling disini tuh enak banget, selain airnya tenang, disini airnya juga seger dan jernih banget. Karena Umbul Ponggok ini adalah kolam yang  airnya dari sumber mata air alami dan kolam ini disuplai dari 40 titik sumber yang berada di sekitar Umbul Ponggok.


Selain jernih, segar dan tenang, disini juga banyak ikannya, bahkan ikan disini gede-gede banget, kebanyakan sih ikan nila dan ikan air tawar lainnya. Jadi snorkeling kali ini terasa beda banget karena ini pertama kalinya snorkeling di air tawar yang super jernih. Apalagi Mas Singgih sang fotografer dan pemandu snorkelingku sangat sabar memotret tingkah polahku.

Dan jangan khawatir buat kalian yang tak bisa renang sama sekali, disini ada fasilitas Under Water Walker (menggunakan helm yang sudah ada oksigennya) jadi kalian tinggal berpose dan bermain ikan sepuasnya, harga sewa untuk under water walker yaitu Rp.150.000. Ada juga permainan Ponggok Warrior, cukup membayar Rp.15.000 satu orang per 30 menit.



Akhirnya setelah puas snorkeling dan dapat foto keren, aku bergegas untuk ganti baju lalu pulang. Wah pengalaman snorkeling di Umbul Ponggok ini memang istimewa sekali dan tak akan terlupakan. Oh iya destinasi wisata Umbul Ponggok ini dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Tirta Mandiri Desa Ponggok. Dan pada tahun 2017 BUMDES Tirta Mandiri mendapatkan pemasukan sebesar 14 milyar dalam satu tahun, tak hanya itu BUMDES Tirta Mandiri juga mendapatkan prestasi juara 1 lomba BUMDES tingkat Jawa Tengah tahun 2017. Wah pantesan banyak yang study banding tentang BUMDES ke Desa Ponggok ini.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesona Desa Wisata Malahayu dalam Ekowisata dan Edukasi

Aku sangat bersyukur lahir dan besar di Indonesia, karena Indonesia memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam, alam dan laut yang sangat indah, seni budaya yang sangat megah dan aneka kuliner yang siap memanjakan lidah.

Rasa syukur itu tak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga harus kita realisasikan. Dan wujud rasa syukur yang aku lakukan yaitu dengan menjelajahi negeri ini, melihat keindahan alam, menikmati kuliner tradisional, dan belajar tentang sejarah, seni dan budaya negeri ini. 



Perjalanan kali ini aku sangat tertarik untuk menjelajahi sebuah desa wisata di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Brebes. Ini adalah pengalaman pertama ku menjelajahi Kabupaten Brebes, sebuah Kabupaten yang berada di ujung barat Pantura Jawa Tengah, yang selama ini hanya aku lewati ketika pergi ke Jakarta. 

Desa wisata yang akan aku jelajahi yaitu Desa Wisata Malahayu, sebuah desa yang memiliki keindahan alam yang memesona dan kearifan alam yang bersahaja. Desa Wisata Ma…

Kemeriahan Acara Kadeso Di Desa Wisata Lerep Ungaran

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya saja, tetapi Indonesia juga kaya akan tradisi, seni dan budayanya. Salah satu tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia yaitu Tradisi Kadeso (Sedekah Deso) atau Sedekah Desa, tepatnya di Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah ini, masyarakatnya masih tetap memegang teguh tradisi Kadeso yang sudah ada sejak dahulu kala.



Sejarah Kadeso

Tradisi Kadeso ini sebenarnya sudah ada sejak lama, bahkan menurut Kepala Desa Lerep yaitu Bapak Sumaryadi dahulu waktu beliau masih kecil sekitar tahun 1973 acara Kadeso ini sudah ada. Acara Kadeso ini diadakan setiap hari Rabu kliwon setelah panen, akan tetapi semakin berkembangnya jaman, masyarakat Desa Wisata Lerep banyak yang berpindah profesi yang dulunya mayoritas berprofesi senagse petani, sekarang banyak yang berpindah profesi menjadi karyawan, pegawai dan wirausaha.


Jadi hari Rabu kliwon setelah panen tidak bisa menjadi patokan lagi, sehing…

Festival Karimun Jawa 2018 : Semarak Indah Alam Dan Budaya

Sepertinya diri ini belum bisa move on dari kemeriahan FESTIVAL KARIMUNJAWA 2018. Ya gimana lagi, ini pertama kalinya aku hadir di acara yang super keren ini, Banyak sekali kenangan manis di pulau terindah se Jawa Tengah ini. Ternyata Karimunjawa tak hanya mempunyai keindahan alam dan bawah lautnya saja, tetapi juga memepunyai keseinan dan budaya yang sangat memesona. Jadi memang pantas jika Karimunjawa mendapat predikat ''THE PARADISE OF CENTRAL JAVA'' atau surganya Jawa Tengah.

Pagi itu Jumat 28 September, suasana di pelabuhan Kartini Jepara tak seperti biasanya, kali ini lebih ramai dan penuh sesak. Dalam hatiku berkata ''mungkin mereka ingin menyaksikan Festival Karimunjawa 2018''.Seperti biasa aku selalu naik kapal Express Bahari karena lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu. Dan pukul 08.49 wib, aku dan para penumpang lainnya meninggalkan pelabuhan Kartini Jepara, setelah hampir 2 jam perjalanan mengarungi laut yang biru dengan ombak yang cukup …